Suppo Bandingkan Duet Marc Marquez – Pedro Acosta dengan Rossi – Lorenzo di Yamaha

Mantan manajer tim MotoGP, Livio Suppo, menilai potensi duet Marc Marquez dan Pedro Acosta di Ducati Corse mulai musim MotoGP 2027 bisa menghadirkan dinamika yang menguntungkan, bukan konflik. Ia membandingkan situasi ini dengan momen ketika Jorge Lorenzo datang ke Yamaha Motor Racing dan memicu babak baru dalam karier Valentino Rossi.

Menurut Suppo, kehadiran pembalap muda yang sangat cepat di satu garasi dengan juara dunia berpengalaman justru bisa membangkitkan kembali “fighting spirit” yang mungkin memudar seiring waktu.

Marc Marquez: Saya Pilih Motor Terbaik, Bukan Uang

Acosta Diproyeksikan Gabung Ducati pada Era Regulasi Baru

Di paddock MotoGP, beredar luas kabar bahwa Acosta akan meninggalkan KTM setelah kontraknya berakhir dan merapat ke Ducati pada awal era regulasi baru 2027. Ia disebut telah menyepakati kontrak dua musim awal dan diproyeksikan menggantikan Francesco Bagnaia.

Sementara itu, kontrak Marquez juga habis pada akhir 2026. Namun pembalap Spanyol tersebut diyakini akan tetap bertahan di Ducati dengan kesepakatan baru, meski ia disebut meminta durasi kontrak yang lebih fleksibel, yakni 1+1 tahun, bukan kontrak panjang seperti preferensi pabrikan.

Situasi ini membuat Ducati belum mengumumkan resmi komposisi pembalapnya untuk 2027.

Jonathan Rea Prediksi Pedro Acosta Bisa Jadi Tandem Marquez di Ducati Pada MotoGP 2027

Seperti Rossi dan Lorenzo di Yamaha

Suppo melihat kemiripan kuat dengan situasi di Yamaha pada 2008. Saat itu, Lorenzo langsung dipromosikan ke tim pabrikan setelah dua kali juara dunia 250cc. Yamaha menyiapkannya sebagai penerus Rossi yang sempat dikabarkan mempertimbangkan pindah ke Formula 1.

“Ia seperti ketika Yamaha menempatkan Lorenzo di samping Valentino. Memang tidak mudah, tetapi justru memperpanjang karier Valentino. Ia kemudian meraih dua gelar lagi,” ujar Suppo kepada GPOne.

Rossi memenangi gelar MotoGP pada 2008 dan 2009, sebelum Lorenzo mengambil alih dominasi dengan gelar 2010.

Rivalitas Internal Bisa Jadi Pemicu Performa

Meski hubungan Rossi dan Lorenzo sempat memanas hingga Yamaha harus membangun sekat di garasi pada 2010, Suppo menilai rivalitas tersebut tetap berdampak positif pada performa keduanya.

Menurutnya, Marquez berada dalam posisi serupa saat ini. Sebagai juara dunia berpengalaman, kehadiran Acosta tidak akan menjadi ancaman, melainkan pemicu motivasi tambahan.

“Kehadiran pembalap muda dan super cepat di samping Anda bisa menghidupkan kembali semangat bertarung. Saya tidak melihat alasan Marc harus terganggu. Justru sebaliknya,” kata Suppo.

Jika skenario ini terwujud, Ducati berpeluang memiliki dua pembalap Spanyol dengan karakter agresif dan ambisi besar di era regulasi baru. Kombinasi pengalaman Marquez dan kecepatan alami Acosta bisa menciptakan salah satu duet paling kompetitif di grid.

Rahasia Konsistensi Pedro Acosta di MotoGP 2026, Ternyata Bukan Hanya Soal Motor

Seperti yang pernah terjadi pada Rossi dan Lorenzo di Yamaha, dinamika internal yang intens bisa menjadi bahan bakar performa, bukan sumber perpecahan.