Marc Marquez: Saya Pilih Motor Terbaik, Bukan Uang

Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, mengungkap prinsip yang ia pegang sejak awal karier: mengejar motor terbaik ketimbang bayaran terbesar. Prinsip itu kembali relevan saat ia mengambil keputusan berani meninggalkan kursi empuk di Repsol Honda Team lebih cepat untuk membela Gresini Racing pada 2024.

Langkah tersebut membuat Marquez turun dari status pembalap dengan bayaran tertinggi di MotoGP menjadi rider tanpa gaji tetap di tim satelit. Namun, perjudian itu justru menghidupkan kembali kariernya dan membuka jalan menuju gelar dunia kesembilan bersama Ducati Lenovo Team pada musim berikutnya.

“Saat masuk ke kejuaraan dunia, apa yang kamu cari: uang atau motor terbaik? Begitulah saya diajarkan,” ujar Marquez, dikutip Autobild.es.

Jika Marc Marquez Pensiun, Ini Dua Pembalap yang Disiapkan Ducati untuk MotoGP 2027

Nasihat Awal Karier yang Membekas

Marquez mengatakan, pola pikir tersebut sudah ditanamkan jauh sebelum ia menembus kelas MotoGP. Ia merasa beruntung karena dibentuk secara mental untuk memprioritaskan aspek teknis dan peluang menang dibanding nilai kontrak.

Keputusan pindah ke Ducati melalui Gresini menjadi contoh nyata bagaimana ia memegang prinsip tersebut. Fokus pada performa motor, menurutnya, adalah investasi karier jangka panjang.

Marquez juga berbagi kisah soal pengelolaan keuangan sejak muda. Saat menjuarai dunia pada musim debutnya di 2013, ia menerima bonus sekitar €1 juta (sekitar Rp17,2 miliar).

Namun, nasihat dari pengacara dan akuntannya membuat uang itu nyaris tidak ia sentuh.

Separuh bonus tersebut langsung masuk ke otoritas pajak Spanyol, sekitar 10 persen untuk manajer, dan sisanya sebagian dipakai membeli motor latihan. Selebihnya disimpan sebagai tabungan.

Investasi Properti €10 Juta di Madrid

Investasi terbesar Marquez adalah rumah seluas 1.300 meter persegi di Madrid yang ia tempati saat ini. Properti tersebut ditaksir bernilai sekitar €10 juta (sekitar Rp172 miliar).

Menurut Marquez, pembelian rumah itu bukan bentuk gaya hidup mewah, melainkan investasi jangka panjang.

“Uangnya tidak hilang. Rumah itu lunas dan nilainya tetap ada,” katanya.

Pada awal kariernya, Marquez sempat dikritik publik ketika muncul rencana pindah domisili pajak ke Andorra, yang hanya berjarak sekitar 120 km dari kampung halamannya di Cervera.

Ia kemudian menegaskan tetap menjadi wajib pajak Spanyol hingga kini.

“Saya ingin menegaskan bahwa saya membayar dan akan terus membayar pajak di Spanyol.”

Marquez menyebut dirinya terdaftar sebagai pekerja mandiri (self-employed), bukan berbentuk perusahaan, dan memiliki karyawan yang membantu pengelolaan aktivitasnya.

Gaya Hidup Tak Berubah Meski Kaya Raya

Terlepas dari kekayaan yang ia kumpulkan sepanjang karier, Marquez mengaku gaya hidupnya tidak banyak berubah.

“Uang tidak mengubah gaya hidup saya. Saya tetap bisa menikmati waktu bersama teman-teman di mana saja tanpa perlu pencitraan.”

Di tengah kekhawatiran atas cedera bahu yang sempat dialami musim lalu, Marquez disebut masih menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Ducati. Ia diperkirakan akan menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun bersama Ducati hingga akhir 2028.

Marc Marquez Belum Teken Kontrak Baru, Ducati Dikabarkan Sudah Siapkan Pengganti

Jika terealisasi, itu akan menegaskan bahwa keputusan memilih “motor terbaik, bukan uang” benar-benar menjadi fondasi perjalanan karier salah satu legenda terbesar MotoGP tersebut.