Michele Pirro Akui Ducati Punya Banyak Keterbatasan Karena Cedera Marc Marquez
Test rider Ducati, Michele Pirro, mengakui tim pabrikan Ducati Lenovo Team menghadapi banyak keterbatasan pada awal MotoGP 2026. Menurutnya, situasi itu tidak lepas dari kondisi fisik Marc Marquez yang belum sepenuhnya pulih dari cedera bahu, di samping tantangan teknis motor Desmosedici GP26.
Dalam wawancara dengan Corriere Romagna, Pirro menyebut Ducati kini berada pada fase “mengejar ketertinggalan” dari Aprilia Racing, setelah tiga putaran awal belum menghadirkan podium Grand Prix bagi pembalap pabrikan.
“Kami punya banyak keterbatasan dan sedang bertahan. Marc belum berada di kondisi terbaiknya, sementara Aprilia sedang sangat kuat,” ujar Pirro.
Start Musim yang Tidak Biasa untuk Ducati
Ducati dikenal dominan dalam beberapa musim terakhir. Namun pada 2026, tren itu belum terlihat. Hingga tiga seri pembuka, hasil terbaik pembalap pabrikan Ducati adalah finis keempat.
Ironisnya, podium Ducati justru datang dari tim satelit VR46 melalui Fabio Di Giannantonio. Di klasemen sementara, Di Giannantonio mengoleksi 45 poin, unggul tipis atas Marquez dengan 40 poin.
Sebaliknya, performa Aprilia Racing melonjak signifikan. Marco Bezzecchi memimpin klasemen dengan 81 poin, diikuti rekan setimnya Jorge Martin dengan 77 poin. Sementara pembalap KTM, Pedro Acosta, berada di posisi ketiga dengan 60 poin.
Pirro menilai peningkatan Aprilia sudah terlihat sejak paruh akhir musim lalu dan kini mencapai puncaknya.
Kuat di Sprint, Sulit di Balapan Utama
Salah satu evaluasi penting Ducati adalah perbedaan performa antara Sprint Race dan balapan utama. Desmosedici GP26 dinilai sangat kompetitif pada Sabtu, namun sulit mempertahankan level yang sama dalam jarak lomba penuh pada Minggu.
“Kami mungkin lebih kompetitif di hari Sabtu, tetapi lebih kesulitan di hari Minggu. Faktanya, kami sedang mengejar,” kata Pirro.
Dampak Cedera Marc Marquez dan Adaptasi GP26 yang Lambat
Pirro menyinggung operasi bahu yang dijalani Marquez pada Oktober lalu. Pemulihan yang belum sepenuhnya tuntas membuat pembalap #93 belum mencapai kondisi fisik ideal, terutama saat start dan fase awal balapan yang menuntut beban besar pada tubuh.
Di sisi lain, GP26 sebagai motor baru juga memunculkan tantangan adaptasi, khususnya pada manajemen ban dan front-end feeling.
Masalah serupa bahkan dialami rekan setimnya, Francesco Bagnaia. Juara dunia dua kali itu masih tercecer di papan tengah klasemen dengan 25 poin, dan kerap mengeluhkan rasa percaya diri pada bagian depan motor serta keausan ban.
Situasi ini menempatkan Ducati pada posisi yang jarang mereka alami dalam beberapa tahun terakhir: bukan sebagai tim yang memimpin, melainkan mengejar rival.
Meski demikian, Pirro menegaskan musim masih panjang. Ducati tetap menargetkan persaingan gelar sambil mulai mempersiapkan proyek motor baru untuk regulasi 2027.
“Kejuaraan masih panjang. Kami yakin bisa mendapatkan sesuatu dari musim ini, sambil memikirkan proyek baru ke depan,” ujarnya.