Detak.media — Peningkatan usia harapan hidup mendorong sorotan baru terhadap kesiapan finansial jangka panjang di Indonesia. Dengan bertambahnya masa hidup, kebutuhan biaya hidup dan layanan kesehatan saat memasuki usia lanjut menjadi lebih besar dan memerlukan perencanaan yang lebih matang.
Data Badan Pusat Statistik mencatat usia harapan hidup penduduk Indonesia pada 2025 mencapai 74,47 tahun, melanjutkan tren kenaikan sejak 2020. Kondisi ini menuntut masyarakat menyiapkan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, perawatan kesehatan, dan perlindungan saat tidak lagi aktif bekerja.
Tingkat Kesenjangan Perlindungan
Di sisi lain, kesenjangan perlindungan di kawasan Asia masih signifikan. Survei Swiss Re Institute Asia Life & Health Consumer Survey 2025 mencatat kesenjangan perlindungan kesehatan di Asia sekitar Rp 4.200 triliun, sementara kesenjangan perlindungan jiwa tercatat sekitar Rp 2.150 triliun pada 2024.
Angka-angka tersebut memberi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan finansial untuk menghadapi risiko kesehatan dan kehilangan pencari nafkah masih sangat besar.
Tekanan Pada Generasi Sandwich
Tantangan perencanaan finansial semakin kompleks dengan bertambahnya kelompok generasi sandwich — mereka yang harus memenuhi kebutuhan anak sekaligus merawat orang tua lanjut usia — di tengah kenaikan biaya hidup dan kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Respons Industri Asuransi
Presiden Direktur PT AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, menyatakan bahwa perubahan demografis dan perluasan kesenjangan proteksi telah memengaruhi cara masyarakat memandang perencanaan keuangan.
“Kami percaya masa depan perlindungan tidak hanya sekadar tentang mengelola risiko, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar dapat hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih bermakna dengan penuh rasa percaya diri,”
pernyataan Niharika yang disampaikan dalam keterangan pers, Selasa (8/7/2026).
Produk Baru Untuk Perlindungan Jangka Panjang
Menanggapi kebutuhan tersebut, AXA Financial Indonesia meluncurkan produk asuransi jiwa tradisional bernama Lifetime Protection Powered by AXA Long Term Life Protector. Produk ini menawarkan perlindungan hingga usia 100 tahun.
Direktur AXA Financial Indonesia, Yudhistira Dharmawata, mengatakan masyarakat kini mencari solusi proteksi yang praktis, mudah diakses, dan terjangkau.
“Kami melihat adanya permintaan yang terus meningkat terhadap solusi perlindungan yang sederhana dan terjangkau. Produk ini dirancang untuk membantu masyarakat mengambil langkah nyata dalam menghadapi berbagai risiko jangka panjang,”
Skema Pembayaran Premi
Produk itu ditawarkan dengan pilihan masa pembayaran premi singkat, yaitu lima atau sepuluh tahun. Premi dimulai dari Rp500.000 per bulan, menurut keterangan perusahaan.
Ikuti Detak.media
