— Dinamika ekonomi global yang tidak menentu mendorong investor mengubah strategi dari mengejar keuntungan tinggi berisiko menjadi memilih instrumen yang menekankan stabilitas dan perlindungan modal.

Fokus saat ini adalah membangun portofolio yang tahan guncangan pasar dan mampu memberikan pertumbuhan konsisten dalam jangka panjang. Berikut ringkasan alasan tren ini dan rekomendasi instrumen minim risiko yang layak dipertimbangkan.

Kenapa Instrumen Rendah Risiko Semakin Diminati

Peralihan preferensi investor ke instrumen rendah risiko dipengaruhi oleh setidaknya tiga faktor utama.

1. Kematangan Psikologis Investor (Risk Fatigue)
Setelah periode euforia terhadap aset berisiko tinggi pada masa pandemi, banyak investor mengalami kejenuhan psikologis akibat volatilitas pasar. Kini mereka cenderung memilih ketenangan pikiran dan kepastian modal dibanding peluang keuntungan yang tinggi namun spekulatif.

2. Benteng Proteksi terhadap Inflasi
Menyimpan dana dalam bentuk kas di rekening konvensional kian merugikan karena daya beli yang tergerus inflasi. Instrumen minim risiko dipandang mampu melindungi nilai aset agar tidak terkikis oleh kenaikan harga.

3. Fleksibilitas Menghadapi Resesi
Pada saat perlambatan ekonomi, likuiditas menjadi penopang penting. Instrumen berisiko rendah cenderung memiliki volatilitas lebih rendah sehingga dapat menjadi bantalan dana darurat ketika pendapatan utama terganggu.

Rekomendasi Instrumen Investasi Minim Risiko

Pemilihan instrumen yang tepat menjadi fondasi pembentukan portofolio yang kuat. Berikut beberapa opsi yang relevan untuk menjaga modal sekaligus memperoleh imbal hasil stabil.

1. Emas
Emas termasuk instrumen minim risiko yang populer karena nilai intrinsiknya. Harga emas relatif stabil dan kerap naik saat perekonomian global atau pasar saham mengalami guncangan. Likuiditas dan sifat universal emas menjadikannya komponen penting dalam portofolio.

2. Surat Berharga Negara
Surat Berharga Negara (SBN) masuk kategori investasi berisiko rendah karena pembayaran pokok dan kupon dijamin oleh undang-undang. Instrumen ini juga memungkinkan investor berkontribusi pada pembiayaan infrastruktur negara.

3. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)
RDPU sesuai bagi investor pemula yang menginginkan fleksibilitas tinggi. Dana kelolaan manajer investasi ditempatkan pada instrumen pasar uang jangka pendek seperti deposito dan obligasi dengan jatuh tempo di bawah satu tahun. Pergerakan nilai RDPU cenderung stabil dan pencairan dana umumnya dapat dilakukan kapan saja tanpa denda potong.

Deposito Emas Pegadaian: Opsi Maksimalkan Potensi Emas

Emas menempati posisi utama sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi. Untuk memaksimalkan potensi aset emas, tersedia produk Deposito Emas Pegadaian yang menawarkan fitur berbeda dari penyimpanan biasa.

Deposito Emas Pegadaian memungkinkan nasabah mengunci saldo emas digital dengan pilihan tenor 6, 9, hingga 12 bulan. Selama masa penempatan, emas dikelola secara profesional dan nasabah menerima imbal hasil tambahan berupa gramasi emas murni secara berkala.

Produk ini mensyaratkan saldo minimal 5 gram yang dipindahkan dari rekening tabungan Emas Pegadaian aktif. Selain itu, saldo deposito dilindungi dengan sistem proteksi asuransi penuh.

Yuk, optimalkan pertumbuhan aset investasi secara nyata dengan Deposito Emas. Ajukan transaksi di aplikasi Tring! by Pegadaian atau ke kantor cabang Pegadaian terdekat sekarang!