— Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Senat untuk segera mengesahkan rancangan undang-undang regulasi aset kripto yang dikenal sebagai Clarity Act sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang Senator Lindsey Graham.

Melalui unggahan di platform media sosialnya, Trump menegaskan tuntutan itu dan memperingatkan ancaman persaingan global di bidang mata uang digital dan kecerdasan buatan.

“Untuk menghormati Senator Lindsey Graham yang merupakan pendukung besar kita, Senat AS harus mengesahkan Clarity Act,” tulis Trump. Dia menambahkan peringatan lain: “Jangan biarkan China menang di kedua bidang tersebut!”

Apa Itu Clarity Act?

Clarity Act, secara formal berjudul Digital Asset Market Clarity Act (H.R. 3633), adalah rancangan undang-undang federal yang disusun untuk menciptakan kerangka regulasi komprehensif bagi aset kripto dan aset digital di AS.

RUU ini menjadi salah satu prioritas legislatif yang dikejar oleh kubu pendukungnya menjelang pemilu sela. Clarity Act diharapkan dapat mencapai pemungutan suara penuh di Senat dalam beberapa pekan sebelum masa reses pada Agustus 2026.

Dukungan Industri dan Argumen Pro

Sejumlah perusahaan besar industri kripto, termasuk Coinbase, Circle, dan Ripple, menyatakan dukungan terhadap RUU ini. Mereka menilai kepastian hukum yang lebih jelas akan meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan sektor digital.

Penolakan Politik dan Kekhawatiran Etika

Pengesahan Clarity Act tidak berjalan mulus secara politik. Di Senat, RUU menghadapi penentangan dari kubu Demokrat yang menuntut pembatasan etik lebih ketat bagi pejabat publik. Argumen ini mengacu pada laporan keuangan yang, menurut pihak yang mengemukakan, menunjukkan Trump meraup keuntungan sekitar US$1,2 miliar selama tahun lalu dari bisnis terkait kripto.

Selain itu, sektor perbankan menyuarakan kekhawatiran bahwa aturan baru memungkinkan perusahaan kripto menawarkan pembayaran serupa bunga kepada pemegang stablecoin. Kekhawatiran ini meliputi potensi pengurasan simpanan bank konvensional dan berkurangnya modal untuk penyaluran kredit. Lembaga penegak hukum serta beberapa serikat pekerja juga menyatakan penolakan serupa.

Peran Lindsey Graham dan Proses Legislasi

Mendiang Senator Lindsey Graham disebut oleh Trump dalam dorongan pengesahan sebagai tokoh yang layak mendapat penghormatan. Namun, publik dan beberapa anggota Senat mencatat Graham bukan tokoh kunci dalam perumusan kebijakan kripto; dia tidak duduk di Komite Perbankan Senat yang menyetujui RUU ini dengan hasil voting 15-9 pada Mei 2026.

Tokoh utama di balik RUU ini adalah Senator Tim Scott dan Senator Cynthia Lummis.

Semasa hidupnya, Graham lebih dikenal atas kiprahnya di bidang kebijakan luar negeri dan keamanan nasional. Dia aktif mendorong sanksi lebih keras terhadap Rusia dan baru saja menyelesaikan kunjungan diplomatik ke Ukraina sebelum wafat.

Menanggapi pengesahan sebagai bentuk penghormatan, Senator Demokrat Jeanne Shaheen menyatakan penghormatan yang lebih tepat untuk Graham adalah dengan mengesahkan paket sanksi terhadap Rusia demi mewujudkan tujuan Graham melihat Ukraina yang merdeka dan aman.

Dampak Politik di Senat dan Isu yang Lebih Luas

Kematian Graham diperkirakan mempersempit peta politik di Senat, mengurangi mayoritas tipis kubu Republik menjadi 52 berbanding 47 kursi.

Perebutan kendali atas regulasi aset digital kini berubah menjadi medan politik yang tajam. Pendukung regulasi yang jelas berargumen bahwa tanpa kerangka hukum yang pasti, AS berisiko kehilangan dominasi teknologi globalnya kepada negara pesaing yang agresif mengembangkan mata uang digital bank sentral.

Sementara itu, skeptisisme luas masih membayangi. Kasus-kasus kebangkrutan besar di industri kripto sebelumnya dan kekhawatiran terhadap stabilitas sistem keuangan konvensional membuat regulator serta sejumlah politisi bersikap hati-hati.

Dengan melibatkan nama tokoh politik terkemuka, RUU Clarity Act kini menjadi ujian kritis bagi peta kekuatan politik dan ekonomi Amerika Serikat ke depan.