— Presiden Prabowo Subianto resmi melantik enam pejabat baru dalam perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih pada Senin, 27 April 2026. Pelantikan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, ini melibatkan rotasi menteri, wakil menteri koordinator, pimpinan badan setingkat menteri, hingga penasihat khusus presiden.

Langkah ini diambil berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50, 51, 52, dan 53 Tahun 2026, serta Keputusan Presiden Nomor 51 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri, dengan tujuan untuk memperkuat efektivitas dan akselerasi program kerja pemerintah periode 2024-2029 dalam menghadapi tantangan ekonomi, pangan, lingkungan, dan komunikasi publik.

Dudung Abdurachman Dilantik Jadi Kepala Staf Kepresidenan Gantikan M. Qodari

Perombakan kabinet ini, yang merupakan reshuffle kelima di era pemerintahan Presiden Prabowo dan keenam secara total sejak pelantikan pada 20 Oktober 2024, mengukuhkan sejumlah figur baru pada posisi strategis.

Mohammad Jumhur Hidayat kini menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup merangkap Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq. Sementara itu, Hanif Faisol dipromosikan menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Perubahan signifikan juga terjadi pada posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP), di mana Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dilantik menggantikan Muhammad Qodari. Dudung sebelumnya merupakan penasihat khusus presiden bidang pertahanan nasional.

Muhammad Qodari sendiri kini dipercaya memimpin Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), menggantikan posisi sebelumnya sebagai KSP. Posisi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi kini diemban oleh Hasan Nasbi, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO).

Siapa Dudung Abdurachman? Profil KSP Baru Pengganti Muhammad Qodari

Selain itu, Abdul Kadir Karding, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), kini dipercaya memimpin Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Isu reshuffle mulai menguat pada Senin sore, dengan sejumlah nama seperti Jumhur Hidayat dan Jenderal Dudung Abdurachman dikabarkan akan masuk dalam jajaran menteri. Beberapa tokoh yang akan dilantik, termasuk Dudung Abdurachman, Muhammad Qodari, Hasan Nasbi, Abdul Kadir Karding, dan Jumhur Hidayat, terpantau tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.15 WIB untuk mengikuti geladi pelantikan.

Prosesi pelantikan sendiri dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dengan pembacaan sumpah jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto yang didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Perombakan kabinet ini dinilai sebagai sinyal kuat percepatan konsolidasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penunjukan figur-figur baru ini memperlihatkan fokus pemerintahan pada isu strategis seperti pengendalian lingkungan, ketahanan pangan, penguatan komunikasi negara, serta stabilitas politik nasional.

Masuknya tokoh-tokoh seperti Jenderal Dudung Abdurachman ke posisi strategis sebagai Kepala Staf Kepresidenan, serta pergeseran Muhammad Qodari ke Badan Komunikasi Pemerintah, dibaca sebagai upaya memperkuat lingkar dalam Istana dan mempertajam strategi komunikasi publik pemerintah.

Profil Jumhur Hidayat, Sosok yang Dikabarkan Akan Dilantik Jadi Menteri Hari Ini

Reshuffle ini sekaligus menegaskan upaya Presiden Prabowo dalam menyusun ulang kekuatan inti pemerintahannya untuk meningkatkan efektivitas kerja kabinet dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa dinamika politik dan evaluasi kinerja menteri akan terus menjadi faktor penentu dalam penataan kabinet di masa mendatang.