— Presiden Joko Widodo? Mohon abaikan—artikel sumber menyebut Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Emir Qatar periode 1995–2013, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.

Belasungkawa itu disampaikan langsung oleh Prabowo saat mengisi dan menandatangani buku duka di Kedutaan Besar Negara Qatar, Jakarta, pada Rabu (15/7/2026).

Presiden Prabowo tiba di Kedutaan Besar Qatar sekitar pukul 12.40 WIB. Kedatangan Kepala Negara disambut oleh Menteri Luar Negeri Sugiono serta Duta Besar Negara Qatar untuk Republik Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari.

Setelah penyambutan, Presiden segera menuju ruangan khusus untuk mengisi buku duka cita. Dalam coretan pesannya, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam sekaligus memanjatkan doa terbaik untuk mendiang Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.

“Atas nama rakyat dan pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan belasungkawa kami yang mendalam atas meninggalnya Yang Mulia Ayah Amir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Semoga Allah SWT Yang Maha Kuasa menempatkan di sisi terbaik di hadapan Tuhan,” tulis Presiden Prabowo.

Kehadiran langsung Kepala Negara untuk mengisi buku duka ini menjadi bentuk penghormatan tinggi dari bangsa Indonesia atas berpulangnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Langkah diplomatik ini juga merefleksikan betapa eratnya hubungan persahabatan dan ikatan historis yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Qatar.

Latar Belakang Wafat dan Warisan Sheikh Hamad

Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (12/7/2026) dalam usia 74 tahun. Beliau memimpin Qatar sebagai Emir pada periode 1995 hingga 2013, sebelum akhirnya takhta kepemimpinan diteruskan oleh putranya, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Wafatnya Sheikh Hamad merupakan kehilangan besar tidak hanya bagi Qatar, tetapi juga bagi dunia internasional. Selama masa kepemimpinannya antara 1995 hingga 2013, Sheikh Hamad dikenal sebagai arsitek modernisasi Qatar. Ia berhasil mentransformasi negara teluk tersebut dari sebuah negara kecil penghasil mutiara dan gas menjadi salah satu kekuatan ekonomi serta pusat diplomasi paling berpengaruh di dunia.

Di bawah kendalinya pula, hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar berkembang pesat, terutama di sektor investasi energi, ketenagakerjaan, dan kerja sama sosial-keagamaan.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Kedutaan Besar Qatar menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjaga visi persahabatan yang telah dirintis oleh mendiang Sheikh Hamad, sekaligus memperkuat solidaritas antar kedua negara di masa depan.