— Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan kepala lembaga untuk mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu sore (15/7/2026). Rapat dikabarkan akan membahas perkembangan program koperasi desa/kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Pantauan di lapangan menunjukkan pejabat mulai berdatangan sejak sore hari. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota tiba lebih dulu di Istana sekitar pukul 14.54 WIB.

Selang beberapa saat, satu per satu menteri dan kepala lembaga hadir. Tampak hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan; Menteri Koperasi Ferry Juliantono; Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto; serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman.

Hadir pula Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia; Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini.

Kehadiran dari jajaran keuangan antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Sejumlah kepala lembaga juga datang, termasuk Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani; Wakil Ketua Badan Gizin Nasional Agustina Arumsari; Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar; serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan ratas membahas sejumlah perkembangan program strategis pemerintah, salah satunya terkait koperasi desa/kelurahan Merah Putih.

“Tentang operasionalisasi koperasi desa kelurahan merah putih,” kata Ferry.

Ferry memperkirakan pembahasan juga akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo yang disampaikan saat peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, termasuk mekanisme penyaluran berbagai barang bersubsidi melalui kopdes Merah Putih.

Selain itu, Ferry menyatakan rapat akan membahas skema penyaluran kredit super mikro dengan bunga 8% sebagaimana arahan kepala negara pada Hari Koperasi Nasional.

“Kemudian juga pembiayaan dengan tingkat bunga yang kemarin disampaikan oleh Bapak presiden di Indonesia Arena kemarin,” tutur Ferry.

Pembangunan 15.845 Kodpes Merah Putih Rampung

Sebelumnya, Ferry mengungkapkan bahwa sekitar 83 ribu Kodpes Merah Putih telah mengantongi badan hukum dan 15.845 di antaranya telah merampungkan seluruh pembangunan fisik.

Pemerintah menargetkan sebanyak 40 ribu koperasi Merah Putih beroperasi hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa.

Melalui program ini, pemerintah akan membentuk pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Dengan demikian, masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai layanan dalam satu lokasi untuk mendukung aktivitas ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan dasar.

Berbagai fasilitas yang akan disediakan meliputi toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga lebih terjangkau, pusat logistik, gudang penyimpanan, hingga gudang pendingin.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan komoditas lainnya agar tidak cepat rusak sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para pelaku usaha di desa.