Detak Media — Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 27 April 2026, melantik Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) baru, menggantikan Muhammad Qodari.
Pelantikan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, ini merupakan bagian dari perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo dan menandai kembalinya figur berlatar belakang militer memimpin institusi strategis tersebut. Muhammad Qodari sendiri kemudian ditugaskan memimpin sebuah badan baru yang dibentuk di bawah kepemimpinan Presiden, yakni Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).
Lahir di Bandung pada 19 November 1965, Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 dari kecabangan Infanteri.
Rekam jejaknya di militer sangat cemerlang, pernah menjabat sebagai Pangdam Jaya pada periode 2020–2021, kemudian Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada 2021–2022, hingga mencapai puncak karier sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ke-33 (2021–2023).
Setelah purnatugas dari dinas militer pada Oktober 2023, Dudung telah mengabdikan diri sebagai Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional sejak 2025, menunjukkan kepercayaan Presiden terhadap kapasitasnya.
Keputusan pengangkatan Dudung Abdurachman dan Muhammad Qodari tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 52/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Pembentukan Bakom RI menjadi salah satu sorotan dalam reshuffle kali ini, menunjukkan adanya fokus baru dalam strategi komunikasi pemerintah di bawah Presiden Prabowo.
Dengan dilantiknya Dudung Abdurachman, jabatan Kepala Staf Kepresidenan kembali diisi oleh sosok dengan pengalaman militer yang mumpuni, melanjutkan estafet kepemimpinan yang sempat dipegang oleh Muhammad Qodari yang berlatar belakang sipil.
Pengalaman Dudung yang pernah memimpin di Kodam Jaya dikenal tegas dalam menjaga stabilitas keamanan, sebuah modal penting dalam perannya sebagai KSP. Ia sendiri menyatakan bahwa tugas barunya adalah sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, serta berjanji akan membuka laporan masyarakat 24 jam, menandakan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Perombakan kabinet yang terjadi pada 27 April 2026 ini, yang juga dikenal sebagai Reshuffle Kabinet Jilid V, menyentuh berbagai pos kementerian dan lembaga. Penunjukkan Dudung Abdurachman dan pembentukan Bakom RI di bawah kepemimpinan Qodari menjadi bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat efektivitas dan akuntabilitas pemerintahan dalam menjalankan program-programnya.
Ikuti Detak Media
