— Kardus bekas yang biasa dianggap sampah berubah menjadi sumber penghasilan bagi Mas Baba, pendiri Bumi Kardus. Berawal dari membuat rumah Barbie untuk anaknya, usahanya tumbuh menjadi bisnis dekorasi kreatif dengan omzet belasan hingga puluhan juta per bulan.

Perjalanan Bumi Kardus tidak mulus sejak awal. Mas Baba, yang sebelumnya bekerja sebagai satpam selama 10 tahun, menceritakan fase sulit ketika bisnisnya sempat mengalami jeda empat bulan tanpa pesanan. Namun dari titik itu, usaha berbasis kardus bekas terus berkembang dan menemukan pasar yang lebih luas.

Peralihan Karier dan Model Bisnis

Transformasi dari pekerjaan pengamanan ke industri kreatif diawali sebagai proyek rumahan. Modal awalnya sederhana: kardus bekas dan keterampilan merancang. Dari situ, Bumi Kardus mulai menerima permintaan untuk dekorasi acara kecil.

Seiring waktu, lini usahanya meluas. Produk dan layanan yang ditawarkan kini mencakup dekorasi event korporat, instalasi berskala besar, hingga pesanan untuk pasar luar negeri.

Omzet dan Tantangan

Mas Baba menyatakan pendapatan usaha berada di kisaran 30—40 juta rupiah per bulan. Angka ini mencerminkan perluasan pasar dan keberhasilan menggaet klien korporat.

Di balik capaian tersebut ada periode sulit, termasuk empat bulan tanpa order yang menguji ketahanan usaha. Masa-masa seperti itu menjadi bagian dari narasi pertumbuhan Bumi Kardus.

Pelajaran Untuk Pengusaha Pemula

Dalam sesi berbagi pengalaman, Mas Baba juga menyampaikan sejumlah kiat bagi mereka yang ingin memulai usaha dari nol. Inti pesannya menekankan kreativitas dalam memanfaatkan bahan sederhana dan kesabaran menghadapi fase tanpa pesanan.

Cerita Bumi Kardus menggambarkan bagaimana ide sederhana dan ketekunan dapat mengubah barang bekas menjadi produk bernilai komersial, sekaligus membuka peluang ke pasar yang lebih luas.