Detak.Media — Fabien Barthez, mantan penjaga gawang Manchester United dan peraih trofi Piala Dunia 1998, dilaporkan menjadi salah satu korban utama dalam kasus penipuan besar yang terjadi di Prancis. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh media Prancis, La Depeche, Barthez diduga mengalami kerugian finansial yang mencapai angka 2 juta euro atau setara dengan Rp34 miliar.
Kasus ini melibatkan seorang pria bernama Ducros, yang merupakan mantan presiden sebuah klub sepak bola dan diduga telah menipu sejumlah investor dari kalangan olahragawan terkemuka. Secara keseluruhan, total kerugian yang terkait dengan skema penipuan ini diperkirakan mencapai 8 juta euro, di mana dana tersebut dikumpulkan untuk proyek-proyek real estat dan olahraga yang tidak pernah terwujud.
Investasi yang ditawarkan oleh Ducros diduga dialihkan untuk kepentingan pribadi, termasuk untuk mendanai gaya hidup mewah pelaku. Investigasi kepolisian saat ini masih terus berjalan guna menelusuri bagaimana aliran dana tersebut dikelola dan mencari aset yang tersisa untuk dikembalikan kepada para korban yang dirugikan.
Keterlibatan Barthez dan Detail Kerugian Finansial
Hubungan antara Fabien Barthez dan Ducros diketahui berawal dari keterlibatan mereka di klub Luzenac, di mana Ducros menjabat sebagai pemimpin pada masa ketika klub mengalami ketidakpastian finansial. Barthez, yang mencatatkan 139 penampilan bersama Manchester United dan memenangkan dua gelar Premier League, menjadi salah satu pihak yang paling terdampak oleh janji investasi palsu tersebut.
Meskipun sebelumnya sudah ada keputusan pengadilan yang memerintahkan Ducros untuk melakukan pembayaran kembali, Barthez dilaporkan masih belum menerima dana miliknya hingga saat ini. Penipuan ini menambah beban finansial bagi sang legenda sepak bola Prancis di tengah proses hukum yang berlarut-larut terhadap pelaku utama.
“Kasus ini menonjolkan risiko keuangan yang nyata di luar lapangan sepak bola, bahkan bagi nama-nama besar yang paling dikenal di dunia olahraga sekalipun,” mengacu pada laporan terkait jalannya prosedur hukum yang masih berlangsung di Prancis.
Tren Kejahatan Finansial Terhadap Pesepak Bola
Insiden yang menimpa Fabien Barthez bukanlah satu-satunya kasus kriminalitas yang melibatkan figur sepak bola dalam beberapa bulan terakhir. Mantan bek Manchester United, Timothy Fosu-Mensah, sebelumnya juga sempat mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan panggilan telepon yang bersifat penipuan saat berstatus sebagai agen bebas, yang menunjukkan adanya tren pemain sepak bola sebagai target kejahatan.
Di sisi lain, beberapa mantan penjaga gawang Manchester United lainnya terus mendapatkan sorotan positif melalui prestasi mereka. Mary Earps, mantan kiper Manchester United Women, baru saja mendapatkan penghargaan resmi, sementara David de Gea juga mendapatkan sambutan hangat saat kembali ke Old Trafford pada musim panas lalu untuk mendapatkan pengakuan atas karier panjangnya.
Kasus penipuan yang melibatkan Ducros ini menjadi peringatan keras bagi para atlet profesional mengenai pentingnya kewaspadaan dalam mengelola investasi pribadi. Pihak berwenang Prancis menegaskan bahwa mereka akan terus memproses kasus ini hingga tuntas demi memastikan keadilan bagi semua korban, termasuk Barthez dan investor lainnya yang terjebak dalam skema tersebut.






