Sepakbola

FA Jatuhkan Sanksi dan Denda Kepada Harry Maguire, Harus Absen Bela MU Kontra Chelsea

Iklan

— Federasi Sepak Bola Inggris (FA) resmi menjatuhkan sanksi tambahan berupa larangan bertanding dan denda kepada bek Manchester United, Harry Maguire. Keputusan ini diambil setelah Maguire dinyatakan bersalah atas perilaku tidak pantas terhadap ofisial pertandingan saat laga melawan Bournemouth baru-baru ini.

Bek berusia 33 tahun tersebut dipastikan akan absen dalam pertandingan krusial Manchester United melawan Chelsea di Stamford Bridge. Hukuman ini diberikan menyusul tinjauan dari komisi regulasi independen terhadap reaksi Maguire setelah dirinya menerima kartu merah dalam laga kontra Bournemouth tersebut.

Sebelumnya, Maguire telah menjalani hukuman satu pertandingan saat United kalah 1-2 dari Leeds United akibat pengusiran di lapangan oleh wasit Stuart Attwell. Namun, tindakan Maguire yang dinilai melampaui batas terhadap ofisial keempat, Matt Donohue, memicu dakwaan tambahan yang kini telah dikonfirmasi oleh otoritas sepak bola Inggris.

Detail Sanksi dan Pernyataan Resmi FA

FA secara resmi merilis pernyataan melalui situs web mereka mengenai rincian dakwaan yang dijatuhkan kepada mantan kapten Manchester United tersebut. Komisi regulasi independen telah meninjau bukti-bukti terkait insiden yang melibatkan Maguire dan Matt Donohue segera setelah pengusirannya dari lapangan.

“Diduga bahwa sang bek bertindak dengan cara yang tidak pantas dan/atau menggunakan kata-kata yang kasar dan/atau menghina dan/atau menunjukkan perilaku tidak pantas terhadap ofisial keempat setelah pengusirannya,” tulis pernyataan resmi dari The Football Association (FA).

Harry Maguire telah mengakui dakwaan tersebut dan bersedia menerima konsekuensi atas tindakannya di pinggir lapangan. Selain tambahan masa hukuman larangan bertanding, bek tengah tersebut juga dijatuhi denda sebesar £30.000 atau setara dengan Rp600 juta lebih sebagai bagian dari penalti disipliner.

Sanksi ini menjadi babak baru yang kurang menyenangkan bagi Maguire dalam beberapa pekan terakhir yang penuh dinamika. Kehilangan pemain senior berpengalaman di jantung pertahanan menjadi pukulan telak bagi skuat asuhan Michael Carrick di fase krusial kompetisi Liga Inggris.

Iklan

Krisis Lini Belakang Manchester United

Absennya Harry Maguire meninggalkan lubang besar di lini pertahanan Manchester United, mengingat tim juga kehilangan beberapa bek utama lainnya. Lisandro Martinez dipastikan tidak tersedia setelah menerima kartu merah langsung dalam laga melawan Leeds United akibat insiden penarikan rambut terhadap Dominic Calvert-Lewin.

Masalah tim semakin bertambah karena bek anyar Matthijs de Ligt dilaporkan masih belum pulih sepenuhnya dari cedera untuk segera kembali merumput. Situasi ini memaksa pelatih kepala Michael Carrick untuk memutar otak dalam menyusun strategi pertahanan guna menghadapi lini serang Chelsea yang kompetitif.

Carrick diperkirakan akan memberikan kepercayaan kepada pasangan bek muda, Leny Yoro dan Ayden Heaven, untuk mengawal jantung pertahanan di Stamford Bridge. Kondisi darurat ini terjadi saat Manchester United sangat membutuhkan setiap poin demi mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions musim depan.

Ironi di Tengah Kebangkitan Performa Maguire

Hukuman ini muncul di saat Harry Maguire sebenarnya sedang menikmati periode kebangkitan karier di bawah arahan Michael Carrick sejak awal tahun. Setelah sempat tersisih dari skuat utama pada rezim sebelumnya, Maguire berhasil kembali menjadi pilihan reguler dan pemimpin di lini belakang United selama beberapa bulan terakhir.

Performa konsistennya bahkan membuahkan pemanggilan kembali ke tim nasional Inggris untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun terakhir. Situasi tersebut sempat membuka peluang besar bagi pemain bernomor punggung 5 itu untuk masuk dalam skuat Piala Dunia 2026 mendatang.

Manchester United pun telah menunjukkan kepercayaan kepada sang pemain dengan menyodorkan kontrak baru berdurasi hingga 2027 dengan opsi perpanjangan. Maguire bahkan setuju untuk menerima pengurangan gaji demi tetap menjadi bagian dari rencana jangka panjang klub, sebelum akhirnya terhambat oleh masalah disiplin ini.

Iklan

Jangan ketinggalan informasi dan berita terbaru dari Detak.Media. Follow kami di Google News!

Penulis: Yusril Fahmi