Detak.Media — LOSC Lille harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh OGC Nice dalam lanjutan Liga Prancis musim 2025/2026 pada Minggu (19/4/2026). Laga yang digelar di Stade Pierre-Mauroy ini menjadi momentum yang terbuang bagi Lille untuk menjauh dari kejaran rivalnya dalam perebutan zona Liga Champions.
Hasil imbang ini membuat Lille gagal memanfaatkan kekalahan rival terdekatnya, Olympique Marseille, yang takluk 0-2 dari Lorient di pertandingan sebelumnya. Kegagalan meraih tiga poin penuh di kandang sendiri ini membuat posisi Lille di klasemen sementara semakin sulit untuk merangsek naik.
Dominasi Tanpa Gol
Lille sebenarnya menampilkan dominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya sepanjang pertandingan. Sejak awal laga, tim tuan rumah langsung menekan pertahanan Nice. Romain Perraud nyaris membuka keunggulan melalui tendangan jarak jauh yang berbelok arah, namun kiper Nice, Yehvann Diouf, menunjukkan refleks gemilang untuk menepis bola.
Tak lama berselang, OGC Nice sempat menggetarkan jala gawang Lille melalui Elye Wahi. Namun, gol tersebut dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR) karena terindikasi offside tipis dalam proses serangan yang dibangun oleh Mohamed-Ali Cho. Keputusan ini sempat memicu protes dari kubu tim tamu.
Pertandingan berjalan cukup alot di lini tengah. Lille baru kembali mendapatkan peluang emas pada menit ke-38 melalui Matias Fernandez-Pardo, tetapi lagi-lagi Yehvann Diouf tampil sigap mengamankan gawangnya dari kebobolan. Skor kacamata bertahan hingga babak pertama usai.
Drama VAR dan Tiang Gawang
Memasuki babak kedua, Lille meningkatkan intensitas serangan mereka. Pelatih mencoba menambah daya gedor dengan memasukkan pemain muda Ethan Mbappé. Pemain tersebut hampir mencetak gol debutnya melalui sepakan kaki kiri dari sudut sempit, namun Diouf kembali menjadi tembok kokoh di bawah mistar gawang Nice.
Keberuntungan tampaknya belum berpihak pada tim tuan rumah. Sundulan keras Chancel Mbemba membentur tiang gawang, dan bola muntah yang jatuh ke kaki Hákon Haraldsson gagal dikonversi menjadi gol karena sepakannya melebar. Lille terus menekan, namun penyelesaian akhir yang kurang klinis menjadi masalah utama.
Drama kembali terjadi ketika wasit menunjuk titik putih setelah Antoine Mendy dianggap menjatuhkan Romain Perraud di kotak terlarang. Namun, setelah meninjau kembali melalui VAR, wasit membatalkan keputusan penalti tersebut. Tayangan ulang menunjukkan Mendy lebih dulu menyentuh bola sebelum melakukan kontak dengan pemain Lille.
Posisi Klasemen
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor kacamata 0-0 tetap bertahan. Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Lille di liga menjadi 10 pertandingan, sebuah catatan impresif. Namun, performa di laga kandang ini tentu mengecewakan bagi para penggemar yang berharap timnya meraih tiga poin.
Di sisi lain, satu poin yang diraih OGC Nice patut disyukuri. Hasil imbang ini menjaga posisi mereka relatif aman dari ancaman zona degradasi, dengan keunggulan 10 poin. Bagi Nice, ini merupakan kali kelima mereka berhasil menghindari kekalahan dalam laga tandang musim ini, menunjukkan ketahanan mereka meski bermain di kandang lawan.
Berdasarkan data klasemen terbaru, Lille masih tertahan di peringkat ketiga dengan 53 poin dari 29 pertandingan. Mereka tertinggal sembilan poin dari Paris Saint-Germain yang memimpin klasemen. Sementara itu, OGC Nice berada di posisi ke-15 dengan 28 poin dari 29 laga, menjauh dari zona merah.






