Sepakbola

Bournemouth Resmi Tunjuk Marco Rose Sebagai Pelatih Baru Gantikan Andoni Iraola untuk Musim Depan

Iklan

— Bournemouth secara resmi mengumumkan penunjukan Marco Rose sebagai pelatih kepala baru mereka, efektif mulai musim depan. Rose akan menggantikan Andoni Iraola, yang telah mengonfirmasi keputusannya untuk meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir pada akhir musim 2025/2026.

Kesepakatan dengan Rose telah tercapai, memungkinkan klub dan pelatih baru untuk mulai merencanakan musim mendatang. Keputusan ini mengakhiri spekulasi yang beredar mengenai suksesor Iraola di Stadion Vitality. Rose, yang berusia 49 tahun, membawa pengalaman luas dari sepak bola Jerman dan Austria, termasuk pernah menangani klub-klub besar seperti Borussia Dortmund dan RB Leipzig. Ia dikenal dengan gaya permainan progresif dan menyerang yang diharapkan dapat melanjutkan fondasi yang telah dibangun oleh Iraola.

Andoni Iraola sendiri telah mengumumkan kepergiannya pada awal April 2026, mengakhiri tiga tahun masa baktinya bersama Bournemouth. Selama kepemimpinannya, Iraola berhasil membawa klub mencatat rekor poin terbanyak di Liga Inggris pada musim 2024/2025 dengan 56 poin, sekaligus mencapai finis terbaik klub di liga domestik, yaitu peringkat kesembilan.

Pernyataan resmi dari klub mengonfirmasi bahwa Iraola akan meninggalkan posisinya di akhir musim ini. Iraola menyatakan bahwa keputusan ini diambilnya setelah melalui pertimbangan matang, dan ia merasa ini adalah saat yang tepat untuk mengakhiri perjalanannya bersama The Cherries. “Ini adalah sebuah kehormatan untuk melatih AFC Bournemouth dan saya bangga dengan apa yang telah kita capai bersama.

Saya berterima kasih kepada para pemain dan staf yang telah bekerja sama dengan saya, serta kepada Bill [Foley, pemilik klub], yang telah membuat waktu saya di sini begitu istimewa,” ujar Iraola. Ia menambahkan, “Saya merasa ini adalah momen yang tepat bagi saya untuk melangkah pergi, tetapi saya akan selalu membawa kenangan indah dari klub ini.”

Rekam Jejak Marco Rose

Marco Rose, yang lahir pada 11 September 1976, memiliki rekam jejak yang mengesankan di dunia kepelatihan. Kariernya dimulai dari tim junior Red Bull Salzburg, di mana ia berhasil membawa tim U19 menjuarai UEFA Youth League pada tahun 2017. Keberhasilannya ini membawanya promosi menjadi pelatih kepala tim senior RB Salzburg pada tahun 2017. Selama dua musim melatih di Austria, Rose sukses mempersembahkan dua gelar Bundesliga Austria dan satu Piala Austria pada musim 2018/2019.

Pada tahun 2019, Rose hijrah ke Jerman untuk menukangi Borussia Mönchengladbach. Di sana, ia berhasil membawa tim finis di posisi empat besar Bundesliga, sebuah pencapaian signifikan yang membuatnya dilirik oleh Borussia Dortmund. Bersama Dortmund pada musim 2021/2022, Rose mengakhiri musim di posisi kedua klasemen Bundesliga dan mencapai final DFB-Pokal, meskipun tersingkir di fase grup Liga Champions.

Iklan

Puncaknya, pada September 2022, Rose ditunjuk sebagai pelatih kepala RB Leipzig. Bersama klub kota kelahirannya tersebut, ia berhasil meraih DFB-Pokal pada 2023 dan Piala Super Jerman pada 2024. Namun, performa yang kurang memuaskan di Bundesliga dan Liga Champions pada musim 2024/2025 berujung pada pemecatannya pada Maret 2025.

Pilihan Klub dan Filosofi Permainan

Penunjukan Marco Rose oleh Bournemouth didasari oleh kesamaan filosofi permainan yang dianut oleh kedua belah pihak. Rose dikenal dengan gaya permainan berintensitas tinggi, pressing agresif, dan transisi cepat, yang dinilai cocok untuk melanjutkan etos kerja yang telah ditanamkan oleh Andoni Iraola.

Klub berharap gaya permainan Rose dapat membawa Bournemouth semakin kompetitif di Liga Inggris. Pengalaman Rose dalam mengelola pemain muda dan mengembangkan talenta juga menjadi faktor penting bagi Bournemouth, yang memiliki banyak pemain muda berbakat dalam skuadnya.

Bournemouth bergerak cepat dalam mencari pengganti Iraola setelah pengumuman kepergian sang pelatih. Selain Rose, nama Kieran McKenna dari Ipswich Town juga sempat dipertimbangkan. Namun, ketersediaan Rose yang saat ini tidak terikat kontrak dengan klub manapun, serta klausul pelepasan McKenna yang dianggap memberatkan, membuat Bournemouth memprioritaskan Rose. Tiago Pinto, Presiden Operasi Sepak Bola Bournemouth, dilaporkan menjadi figur kunci dalam negosiasi yang berjalan lancar ini.

Target dan Harapan Musim Depan

Dengan kedatangan Marco Rose, Bournemouth memiliki ambisi untuk terus berkembang dan bahkan menembus kompetisi Eropa. Musim lalu, di bawah asuhan Iraola, klub berhasil mencatatkan rekor poin dan finis di posisi kesembilan klasemen Liga Inggris. Harapannya, Rose dapat mempertahankan momentum positif ini dan membawa klub meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

Pengalamannya di kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi ambisi Bournemouth. Keputusan penunjukan Rose ini merupakan langkah strategis Bournemouth untuk membangun fondasi yang kuat demi menghadapi tantangan di musim-musim mendatang.

Iklan

Jangan ketinggalan informasi dan berita terbaru dari Detak.Media. Follow kami di Google News!

Penulis: Mamet JanzukeEditor: Mamet Janzuke