MotoGP

Valentino Rossi Ungkap Rahasia Bertahan Lama di MotoGP, Dua Legenda Ini Jadi Penentunya

Iklan

— Legenda MotoGP, Valentino Rossi, akhirnya mengungkap alasan utama di balik keputusannya bertahan lama di ajang balap motor paling bergengsi dunia. Ia menyebut dua nama besar, Troy Bayliss dan Michael Schumacher, sebagai sosok yang secara tidak langsung menentukan arah kariernya.

Rossi mengaku tidak ingin mengakhiri karier terlalu cepat setelah melihat pengalaman kedua legenda tersebut yang dinilainya menyisakan penyesalan.

Dalam wawancara di podcast Tintoria, Rossi menjelaskan bahwa percakapannya dengan Schumacher dan Bayliss memberikan perspektif berbeda tentang pensiun dari dunia balap.

Menurutnya, keduanya sempat berhenti saat masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi. Hal itu meninggalkan kesan mendalam bagi Rossi.

“Saya melihat mereka sangat sedih karena berhenti ketika sebenarnya masih bisa melanjutkan,” ujar Rossi.

Bayliss sendiri pensiun sebagai juara dunia World Superbike 2008 di usia 39 tahun, sementara Schumacher pertama kali gantung helm dari Formula 1 pada 2006 di usia 37 tahun sebelum akhirnya kembali ke lintasan pada 2010.

Pengalaman tersebut membuat Rossi mengambil keputusan berbeda: ia memilih terus balapan hingga benar-benar tidak mampu lagi bersaing.

Bertahan Hingga Usia 41 Tahun

Rossi menjalani debut Grand Prix pada 1996 dan baru mengakhiri karier MotoGP pada 2021. Ia mencatatkan 372 start di kelas utama—sebuah rekor panjang yang mencerminkan konsistensi dan daya tahannya di level elite.

Meski gelar dunia terakhirnya diraih pada 2009, Rossi tetap kompetitif dalam beberapa musim berikutnya. Ia bahkan finis sebagai runner-up selama tiga musim beruntun pada 2014 hingga 2016.

Namun, memasuki fase akhir karier, performanya mulai menurun dan lebih sering berada di papan tengah, terutama dalam dua musim terakhirnya di MotoGP.

Iklan

Motivasi Lawan Generasi Baru

Rossi menegaskan bahwa motivasinya tidak hanya soal kemenangan, tetapi juga tantangan menghadapi generasi pembalap yang lebih muda.

Ia mengakui bahwa seiring bertambahnya usia, ia harus beradaptasi dengan gaya balap dan kecepatan rival yang terus berkembang.

“Saat saya lebih tua dan menang lebih sedikit, saya mencoba memahami bagaimana tetap cepat melawan pembalap yang lebih muda dan lebih kuat,” katanya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari “rahasia” Rossi untuk tetap relevan di MotoGP meski usia terus bertambah.

Tetap Aktif Setelah MotoGP

Setelah pensiun dari MotoGP, Rossi tidak sepenuhnya meninggalkan dunia balap. Ia kini aktif di ajang balap mobil GT dan berbagai kompetisi endurance internasional.

Selain itu, ia juga mengelola tim VR46 Racing Team yang berkompetisi di MotoGP. Namun, kehadirannya di paddock tidak selalu penuh karena jadwal balapnya di dunia roda empat.

Rossi juga mengungkap bahwa banyak pembalap mobil saat ini merupakan penggemarnya sejak kecil, menunjukkan besarnya pengaruh yang ia miliki lintas generasi.

Warisan Panjang di Dunia Balap

Dengan sembilan gelar juara dunia dan karier lebih dari dua dekade, Rossi meninggalkan jejak besar dalam sejarah MotoGP. Keputusannya untuk tidak pensiun dini—yang dipengaruhi oleh Bayliss dan Schumacher—menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk warisan tersebut.

Baginya, bertahan lebih lama bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang menghindari penyesalan di masa depan.

Iklan

Jangan ketinggalan informasi dan berita terbaru dari Detak.Media. Follow kami di Google News!

Penulis: Rahel Hardono