Eks Insinyur Aprilia: Gaya Balap Marco Bezzecchi Lebih Mirip Valentino Rossi daripada Max Biaggi
Seorang mantan insinyur dari Aprilia Racing, Giulio Bernardelle, menilai gaya balap dan karakter Marco Bezzecchi lebih menyerupai Valentino Rossi ketimbang Max Biaggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Bernardelle dalam wawancara dengan media Italia Moto.it, saat membahas performa impresif Bezzecchi bersama Aprilia musim ini.
Bezzecchi tengah berada dalam performa terbaiknya setelah meraih kemenangan penting di Amerika Serikat, yang sekaligus menghadirkan finis satu-dua krusial bagi Aprilia. Hasil itu menjadi kemenangan ketiganya musim ini dan mempertegas peran sentralnya dalam kebangkitan performa pabrikan asal Noale tersebut.
Penilaian dari Sosok yang Pernah Bekerja dengan Rossi
Bernardelle bukan sosok sembarangan dalam sejarah Aprilia. Ia pernah bekerja dekat dengan Rossi pada masa-masa awal karier sang legenda di kejuaraan dunia, sehingga memahami betul karakter dan gaya balap juara dunia tersebut.
Saat diminta membandingkan Marco Bezzecchi dengan dua legenda yang sama-sama punya ikatan kuat dengan Aprilia, Bernardelle melihat kemiripan Bezzecchi lebih condong ke Rossi.
“Mereka sangat berbeda, baik dari segi gaya balap maupun karakter. Saya memang tidak terlalu mengenal Bezzecchi secara pribadi. Tetapi dari apa yang saya lihat di lintasan dan saat wawancara, saya melihat dia jauh lebih mirip Valentino Rossi dibandingkan Biaggi,” ujar Bernardelle.
Pujian Besar, tapi Belum Masuk Daftar Legenda Aprilia
Meski memberi pujian tinggi, Bernardelle belum menempatkan Bezzecchi dalam daftar pembalap paling berpengaruh dalam sejarah Aprilia.
Ia justru menyoroti nama-nama era 1990-an sebagai fondasi kejayaan Aprilia di ajang balap dunia, yakni Alessandro Gramigni, Biaggi, dan Rossi.
Menurutnya, para pembalap tersebut adalah sosok yang membangun kebanggaan Aprilia melalui gelar juara dunia dan rentetan kemenangan yang membentuk identitas tim hingga kini.
“Para pembalap era 90-an sangat penting karena merekalah yang, lewat hasil, membangun kebanggaan yang kita rasakan hari ini. Dari Gramigni yang memenangkan gelar pertama, kemudian Biaggi dengan kemenangan beruntunnya, lalu Rossi yang menjadi juara paling imajinatif,” jelasnya.
Peluang Bezzecchi Ukir Sejarah Bersama Aprilia
Kendati belum disejajarkan dengan para legenda, peluang Bezzecchi untuk mengubah penilaian tersebut terbuka lebar. Jika mampu meraih gelar juara dunia MotoGP 2026, posisinya dalam sejarah Aprilia hampir pasti akan terangkat.
Menariknya, Bezzecchi juga mendapat dukungan moral dari Rossi dalam persaingan gelar, terutama saat menghadapi tekanan dari pemuncak klasemen sementara, Marc Marquez.
Dukungan tersebut seolah memperkuat penilaian Bernardelle: bukan hanya dari sisi teknik membalap, tetapi juga aura dan pendekatan Bezzecchi yang dinilai memiliki kemiripan dengan Rossi di masa mudanya.