Massimo Rivola Klaim Aprilia RS-GP Motor Terbaik MotoGP 2026
Aprilia Racing melalui CEO-nya, Massimo Rivola, melontarkan klaim ambisius bahwa motor mereka, Aprilia RS-GP, adalah yang terbaik di ajang MotoGP 2026.
Pernyataan ini muncul menyusul performa impresif dan dominan yang ditunjukkan tim pabrikan asal Noale tersebut pada awal musim balap tahun ini. Aprilia berhasil memenangi empat dari enam balapan yang telah digelar, termasuk di kelas Sprint Race, dengan pembalap utamanya, Marco Bezzecchi, memimpin setiap lap dalam tiga seri grand prix.
Dominasi Aprilia tidak hanya terlihat dari raihan kemenangan. Rekan setim Bezzecchi, Jorge Martin, juga turut menyumbangkan kemenangan di Sprint Race dan dua kali finis di posisi kedua dalam balapan utama.
Selain itu, penampilan kuat dari pembalap tim satelit Trackhouse, Raul Fernandez, yang meraih dua podium di seri pembuka di Buriram, semakin memperkuat klaim keunggulan Aprilia. Bahkan, sebuah insiden teknis pada motor Ai Ogura di Grand Prix Amerika Serikat nyaris menghasilkan podium tiga teratas untuk Aprilia.
Aprilia Pimpin Tiga Kejuaraan Sekaligus
Berkat performa luar biasa ini, Aprilia secara meyakinkan memimpin ketiga klasemen kejuaraan dunia MotoGP 2026: klasemen pembalap, klasemen konstruktor, dan klasemen tim. Hal ini menjadi penanda kemajuan signifikan bagi Aprilia, yang dalam tujuh tahun terakhir selalu berada di posisi terbawah di antara tim-tim pabrikan MotoGP.
Massimo Rivola mengungkapkan keyakinannya kepada Jack Appleyard dari MotoGP sesaat setelah kemenangan Bezzecchi di COTA.
“Saya pikir jelas bahwa sejauh ini, motor terbaik adalah Aprilia. Dan itu adalah berita bagus!” ujar Rivola. Ia menambahkan bahwa performa motor Aprilia tidak hanya terbukti di satu atau dua sirkuit, melainkan “cepat hampir di mana saja.”
Analisis Performa RS-GP di Berbagai Kondisi
Kemenangan di COTA menjadi sangat signifikan karena ini adalah pertama kalinya musim ini ban belakang dengan casing standar digunakan, setelah sebelumnya menggunakan ban dengan konstruksi berbeda yang disebut-sebut lebih menguntungkan Aprilia di Thailand dan Brazil.
Rivola menjelaskan kepada Sky Italia bahwa performa motor Aprilia sangat baik tahun ini, dan angka-angka yang mereka miliki sejak awal menunjukkan bahwa motor tersebut kompetitif.
“Hari demi hari, saya harus mengatakan bahwa motor ini cepat hampir di mana saja,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Rivola tetap berhati-hati dan tidak ingin dianggap jumawa. Ia menyatakan bahwa saat ini Aprilia adalah patokan atau benchmark di MotoGP, namun ia enggan langsung menyatakan timnya sebagai favorit juara.
“Saat ini, saya merasa ingin mengatakan bahwa Aprilia adalah motor patokan. Mungkin kami tidak terbiasa mendengar itu, tetapi angka-angka mengatakan demikian hari ini. Dan dari sini untuk mengatakan apakah kami favorit atau tidak… kami memimpin sekarang, itu sudah cukup,” tegasnya.
Persaingan Ketat di Papan Atas
Saat ini, Marco Bezzecchi memimpin klasemen pembalap dengan keunggulan tipis empat poin atas rekan setimnya, Jorge Martin, menjelang seri selanjutnya di Jerez, Spanyol, pada 24-26 April 2026.
Performa Aprilia juga menempatkan mereka jauh di depan pesaing utama lainnya. Pembalap non-Aprilia terbaik, Pedro Acosta dari KTM, tertinggal 21 poin, sementara pembalap Ducati teratas, Fabio di Giannantonio, berada 31 poin di belakang Bezzecchi. Bahkan, juara dunia bertahan Marc Marquez kini tertinggal 36 poin dari Bezzecchi.
Perjalanan Aprilia menuju puncak MotoGP bukanlah hal yang instan. Sejak kembali ke kelas utama pada 2015, mereka menghabiskan musim demi musim di barisan belakang. Tanda-tanda terobosan pertama muncul pada tahun 2021 dengan podium Aleix Espargaro, namun Aprilia masih berada di dasar klasemen konstruktor.
Perubahan signifikan terjadi pada 2022 dengan kemenangan RS-GP pertama, lagi-lagi bersama Espargaro, yang membawa Aprilia naik ke peringkat ketiga konstruktor, posisi yang dipertahankan selama dua tahun berikutnya. Musim lalu, Marco Bezzecchi berhasil membawa proyek ini ke level baru dengan finis di posisi kedua konstruktor. Namun, pencapaian musim 2026 ini melampaui ekspektasi banyak pihak.
Massimo Rivola, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur olahraga tim Formula 1 Ferrari, telah membawa pendekatan baru dalam manajemen Aprilia Racing sejak bergabung pada 2019. Ia mendorong para insinyur untuk berpikir lebih terbuka dan berani menyampaikan ide.
“Ide datang dari orang-orang yang tidak takut mengangkat tangan untuk mengatakan sesuatu jika mereka punya ide, jika mereka tahu bos mereka tidak akan membunuh mereka,” ujarnya, mengindikasikan budaya kerja yang mendorong inovasi.
Dengan performa yang solid di berbagai jenis sirkuit dan semangat kompetitif yang tinggi, Aprilia RS-GP membuktikan diri sebagai paket yang sangat kuat di MotoGP 2026. Klaim Massimo Rivola mengenai motor terbaik musim ini tampaknya bukan sekadar retorika, melainkan didukung oleh data dan hasil nyata di lintasan balap.