Bos Aprilia Tegaskan Tidak Ada Team Orders untuk Jorge Martin Bantu Bezzecchi Raih Gelar MotoGP 2026
Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing, menegaskan bahwa timnya belum akan mengeluarkan perintah tim (team orders) dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 antara dua pembalapnya, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Rivola menekankan pentingnya rasa hormat di antara kedua rider tersebut di tengah persaingan ketat yang baru saja dimulai musim ini.
Hingga jeda seri balap April, Bezzecchi memimpin klasemen sementara dengan keunggulan empat poin atas rekan setimnya, Martin. Keduanya telah menunjukkan dominasi sejak awal musim 2026, menjadi satu-satunya pembalap yang berhasil naik podium secara berturut-turut dalam tiga seri pembuka. KTM yang diperkuat Pedro Acosta menempel di posisi ketiga, tertinggal 21 poin dari Bezzecchi.
Performa impresif Aprilia musim ini terlihat dari dominasi motor RS-GP. Hingga seri ketiga di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, keempat motor Aprilia menghuni tujuh besar klasemen konstruktor. Bezzecchi sendiri memimpin klasemen pembalap dengan 81 poin, diikuti Martin dengan 77 poin. Keduanya telah mengumpulkan total 158 poin dari kemungkinan 210 poin yang tersedia di tiga seri pertama.
Belum Waktunya Perintah Tim
Rivola menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk mempertimbangkan perintah tim.
“Akan jauh lebih baik jika, mempertimbangkan situasi ini, kita berada tiga seri menjelang akhir, bukan tiga seri dari awal,” ujar Rivola kepada Gazzetta dello Sport, seperti dikutip oleh motogpnews.com.
Ia menambahkan bahwa tim tidak berencana mengubah pendekatan mereka sampai salah satu pembalap secara matematis tersingkir dari perburuan gelar.
Bezzecchi memulai musim 2026 dengan sangat kuat, meraih kemenangan di Thailand, Brazil, dan Amerika Serikat. Sementara itu, Martin berhasil memenangkan Sprint Race di COTA dan finis kedua di dua balapan utama sebelumnya. Keduanya telah membuka keunggulan signifikan dibandingkan rival-rival mereka, termasuk Marc Marquez yang berada di posisi kelima klasemen sementara.
Fokus pada Rasa Hormat dan Persaingan Sehat
Meskipun Aprilia saat ini mendominasi, Rivola menekankan pentingnya menjaga rasa hormat antar pembalap.
“Yang penting adalah ada rasa hormat, dan Anda bisa melihat apakah ada atau tidak. Orang pertama yang menyadarinya adalah para pembalap,” tegas Rivola.
Ia percaya bahwa persaingan yang sehat antara Bezzecchi dan Martin akan mendorong performa keduanya dan tim secara keseluruhan.
Performa Aprilia di awal musim 2026 ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Pada awal musim 2025, Aprilia berada di posisi keempat klasemen konstruktor. Namun, dengan investasi yang lebih serius dari perusahaan induk Piaggio dan kepemimpinan Massimo Rivola, Aprilia menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.
Musim 2025 sendiri merupakan musim tersukses Aprilia di MotoGP, di mana mereka finis kedua di klasemen konstruktor dan Bezzecchi finis ketiga di klasemen pembalap, yang merupakan hasil terbaik bagi seorang pembalap Aprilia sepanjang sejarah tim.
Potensi Jangka Panjang Jorge Martin
Keputusan Aprilia untuk membiarkan Bezzecchi dan Martin bersaing secara bebas juga menarik perhatian mengingat spekulasi mengenai masa depan Jorge Martin. Martin dikabarkan akan hengkang ke Yamaha pada tahun 2027, sementara Aprilia dikabarkan akan merekrut Francesco Bagnaia untuk menggantikannya. Namun, Rivola tidak menutup pintu sepenuhnya bagi Martin untuk bertahan di tim Aprilia.
“Selain konfirmasi dari Bez (Bezzecchi), belum ada pengumuman, kan? Kami memaksa diri kami untuk menjalani hari demi hari,” ujar Rivola, mengindikasikan bahwa masa depan Martin di Aprilia masih terbuka.
Martin sendiri bergabung dengan Aprilia pada tahun 2025 dan sempat mengalami musim yang sulit karena cedera. Namun, performanya di awal musim 2026 menunjukkan pemulihan yang solid.
Musim 2026 ini menjadi krusial bagi Aprilia, yang berambisi untuk tidak hanya bersaing tetapi juga memenangkan gelar juara dunia. Dengan performa RS-GP26 yang dinilai sebagai prototipe tercepat yang pernah dibangun Aprilia, tim ini berada dalam posisi yang kuat untuk mencapai target tersebut. Rivola sendiri telah menyatakan bahwa target utama Aprilia untuk musim 2026 adalah bersaing memperebutkan gelar juara dunia.