Luca Cadalora: Performa Ducati GP26 Semakin Mendekati Aprilia RS-GP

Legenda MotoGP, Luca Cadalora, mengemukakan pandangannya mengenai performa motor Aprilia RS-GP di MotoGP 2026. Menurut mantan juara dunia tiga kali ini, kekuatan motor Aprilia menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan performa yang ditawarkan oleh Ducati GP26. Cadalora secara spesifik menyoroti aspek kelincahan dan kelancaran saat pengereman sebagai area di mana Aprilia mulai tertinggal.

Analisis Cadalora ini muncul di tengah performa impresif Aprilia Racing di awal musim 2026, yang sempat memimpin klasemen konstruktor. Namun, ia melihat ada karakteristik motor yang membuatnya “kurang mengalir” dan kehilangan kecepatan saat keluar dari tikungan setelah pengereman.

Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang ia amati dari Ducati GP26 yang dinilai lebih konsisten menunjukkan performa tersebut di seri-seri awal.

Jorge Martin Yakin Ducati dan Marc Marquez Bangkit di MotoGP Spanyol

Perbandingan Kualitas Pengereman dan Kelincahan

Cadalora, yang dikenal sebagai pengamat teknis yang tajam, menjelaskan bahwa salah satu keunggulan Aprilia RS-GP adalah “kehalusan” saat melakukan pengereman di tikungan. Namun, ia merasa kualitas tersebut semakin berkurang pada motor Aprilia di musim 2026.

“Sepertinya bagi saya ini adalah motor yang tidak mengalir,” ujar Cadalora seperti dilansir dari Moto.it.

“Ketika Anda melepas rem, ia kehilangan kecepatan dan tidak memiliki kehalusan.” terang Cadalora.

“Ada motor yang, ketika Anda membelokkannya, Anda tidak mendapatkan sensasi mengerem tetapi sensasi kehalusan, sesuatu yang saya lihat di Aprilia dan yang selalu dimiliki Yamaha M1 sampai saya mengenalnya dan bahkan setelah itu. Ini adalah sesuatu yang saya lihat semakin berkurang di Ducati sejak ’25.” lanjutnya.

Cadalora menambahkan bahwa beberapa motor cenderung lurus saat memasuki tikungan, sehingga membutuhkan upaya lebih dari pembalap untuk membelokkannya, dan ia tidak menyukai tipe motor seperti itu.

Dominasi Awal Aprilia dan Tantangan Ducati

Aprilia memang memulai musim 2026 dengan performa yang sangat kuat. Pembalap Marco Bezzecchi dari tim VR46 bahkan memimpin klasemen sementara setelah beberapa seri pembuka.

Kemenangan dan podium yang diraih oleh pembalap Aprilia seperti Bezzecchi dan Jorge Martin sempat menimbulkan spekulasi bahwa RS-GP telah melampaui performa Desmosedici GP26 milik Ducati. Ducati sendiri mengakui bahwa Aprilia telah membuat kemajuan signifikan di akhir musim 2025 dan awal 2026.

Namun, pandangan Cadalora memberikan perspektif yang berbeda. Ia tidak menyangkal kemajuan Aprilia, tetapi menekankan bahwa ada aspek fundamental dalam dinamika motor yang kini lebih unggul pada Ducati. Ducati secara internal juga mengakui bahwa motor Aprilia mengerem dan berbelok lebih baik daripada GP26 mereka setelah tiga seri pertama musim ini.

Kondisi Marc Marquez dan Prospek Ducati

Performa Ducati di awal musim 2026 juga sedikit terhambat oleh kondisi fisik Marc Marquez yang belum sepenuhnya pulih dari cedera bahu yang membuatnya harus menjalani operasi pada Oktober tahun sebelumnya. Meskipun Marquez memiliki bakat luar biasa, ia belum dapat mengendarai GP26 sealami yang ia inginkan, yang secara tidak langsung membatasi potensi motor.

Davide Tardozzi, salah satu petinggi Ducati, menyatakan bahwa timnya sedang bekerja keras untuk mengatasi kekurangan tersebut. “Gigi (Dall’Igna) sedang mengerjakan area di mana kami kehilangan pijakan, untuk pulih. Jelas bahwa Aprilia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik,” kata Tardozzi.

Peran Ban Michelin dan Adaptasi Motor

Perubahan pada konstruksi ban belakang Michelin yang lebih kaku untuk musim 2026 juga disebut-sebut berperan dalam dinamika performa motor.

Ban dengan carcass yang lebih keras ini dirancang untuk mengatasi suhu tinggi, namun dapat memengaruhi cara kerja motor, terutama dalam hal kelincahan dan traksi. Beberapa pengamat dan pembalap, termasuk Marc Marquez, mengaitkan performa dominan Bezzecchi di beberapa seri awal dengan karakteristik ban baru ini.

Marc Marquez: Motor Ducati Penting, Kondisi Fisik Saya Juga

Cadalora, dengan pengalamannya yang mendalam di dunia balap, termasuk perannya sebagai pelatih bagi Valentino Rossi, terus memberikan analisis mendalam tentang perkembangan MotoGP.

Pandangannya mengenai Aprilia yang kekuatannya “semakin berkurang” dibandingkan Ducati GP26 menyoroti betapa ketatnya persaingan dan kompleksitas teknis dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.