Jorge Martin Yakin Ducati dan Marc Marquez Bangkit di MotoGP Spanyol

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, memprediksi bahwa paruh kedua musim MotoGP 2026 akan menyaksikan kembalinya performa ‘normal’ bagi tim Ducati dan rivalnya, Marc Marquez. Martin, yang saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara, berharap persaingan akan semakin ketat ketika seri kembali digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Performa Ducati secara keseluruhan memang belum sekuat musim-musim sebelumnya, di mana mereka kerap mendominasi. Hingga seri ketiga musim 2026, Aprilia melalui Marco Bezzecchi dan Jorge Martin sendiri memimpin klasemen pembalap, sementara tim asal Italia itu masih mencari performa terbaiknya. Situasi ini membuat Martin yakin bahwa pabrikan Borgo Panigale akan segera bangkit.

“Di Jerez, semuanya akan kembali normal, Ducati akan kembali normal, dan kita harus terus seperti ini, saling membantu,” ujar Martin kepada DAZN, seperti dikutip oleh MARCA.

Pernyataan ini menunjukkan kepercayaan diri Martin terhadap potensi timnya dan juga rival-rivalnya yang menggunakan motor pabrikan yang sama.

Jorge Martin Ogah Pikirkan Gelar MotoGP 2026, Fokus Finis Race dan Raih Poin

Tren Aprilia yang Dominan

Musim 2026 sejauh ini didominasi oleh Aprilia. Marco Bezzecchi memimpin klasemen dengan 81 poin, diikuti oleh Jorge Martin dengan 77 poin. Sementara itu, performa Marc Marquez bersama Ducati Lenovo Team belum sesuai ekspektasi, ia berada di posisi kelima klasemen dengan 45 poin, tertinggal 36 poin dari Bezzecchi. Situasi ini berbanding terbalik dengan musim-musim sebelumnya di mana Ducati menjadi motor yang paling dicari.

Sebelum musim 2026 dimulai, Ducati memiliki rekor 88 podium beruntun. Mereka juga difavoritkan setelah penampilan impresif di sesi tes pramusim. Namun, dengan setiap balapan yang berlalu, semakin jelas bahwa Bezzecchi dan Martin memiliki peluang nyata untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia melawan Marc Marquez.

Marc Marquez dan Tantangan Ducati

Marc Marquez, yang merupakan juara dunia musim 2025, telah melampaui ekspektasi pribadinya di atas motor Aprilia setelah musim yang dibayangi cedera. Namun, ia kini menghadapi tantangan besar untuk mengejar ketertinggalan poin dari para pembalap Aprilia. Meski demikian, Martin tetap optimis bahwa Marquez dan Ducati akan menemukan kembali ritme mereka.

Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing, sebelumnya sempat memperingatkan bahwa Aprilia belum menghadapi ‘Marquez yang sebenarnya’. Martin pun cenderung setuju dengan pandangan tersebut.

“Saya sudah melakukan jauh lebih banyak dari yang saya harapkan sepanjang tahun, yaitu hanya meraih podium. Jadi, saya akan menikmati momen ini, karena itu penting. Saya perlu pulih, karena kita memiliki sebulan ke depan untuk beristirahat dan sedikit melepaskan diri,” tambah Martin.

Meski Menang, Marco Bezzecchi Merasa Telah Mencapai Batasannya di MotoGP Amerika 2026

Kekhawatiran dari Kubu Ducati Lain

Tidak semua pembalap Ducati memiliki pandangan seoptimistis Martin. Fabio Di Giannantonio, yang saat ini menjadi pembalap Ducati teratas di klasemen sementara dengan 50 poin, mengungkapkan kekhawatiran. Ia menyatakan bahwa jarak dengan para pembalap terdepan, terutama Aprilia dan KTM seperti Pedro Acosta, masih sangat besar.

“Menjadi pembalap Ducati terbaik itu bagus, tetapi yang jauh lebih penting adalah kami menutup jarak dengan yang lain, karena jarak dengan kompetisi sekarang sangat besar!” ungkap Di Giannantonio, dilansir dari Speedweek.

Ia menambahkan bahwa ia kesulitan memperlambat motornya sebanyak yang bisa dilakukan oleh para pembalap Aprilia dan KTM saat berada di belakang mereka, terutama di zona pengereman.

Jadwal dan Harapan ke Depan

Seri selanjutnya dalam kalender MotoGP 2026 adalah Grand Prix Spanyol yang akan digelar di Sirkuit Jerez – Ángel Nieto pada 24-26 April. Seri ini menjadi kesempatan bagi Ducati untuk menunjukkan peningkatan performa dan bagi Marc Marquez untuk memulai perjalanannya mengejar ketertinggalan poin.

Intensitas Balapan Meningkat, Marc Marquez Merasakan Tekanan dari Rival MotoGP

Meskipun Aprilia saat ini mendominasi, Martin menyadari bahwa kompetisi di MotoGP selalu dinamis. Pengalamannya di lintasan dan kemampuan adaptasi tim menjadi kunci untuk menghadapi paruh kedua musim. Ia berharap Ducati dapat segera menemukan kembali performa terbaiknya agar persaingan di lintasan semakin menarik dan ketat.