Fermin Lopez Tegaskan Tidak Akan Pernah Gabung Real Madrid

Fermin Lopez, gelandang muda Barcelona, secara terang-terangan menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah bergabung dengan Real Madrid, rival abadi klubnya. Pernyataan ini disampaikan Lopez dalam sebuah wawancara di El podcast de fin de mes, menggarisbawahi komitmennya terhadap tim Catalan.

Musim ini, Fermin Lopez menunjukkan performa yang sangat impresif dengan mencatatkan 12 gol dan 16 assist, menjadikannya salah satu pemain paling menentukan di sepak bola Eropa. Peningkatan pesat kariernya ini, dari seorang talenta menjanjikan menjadi pemain kunci, menjadi sorotan utama dalam diskusinya.

Kesetiaan Fermin Lopez kepada Barcelona

Dalam wawancara tersebut, Fermin Lopez menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pindah ke Liga Arab Saudi dengan tawaran menggiurkan sebesar €50 juta per tahun. Dengan tegas, ia menolak gagasan tersebut dan menyatakan prioritasnya.

“Tidak. Ini tergantung pada setiap individu, pada situasi setiap pemain, tetapi bagi saya, berada di Barca adalah tujuan utama. Itu adalah impian saya,” ujar Fermin Lopez.

Gelandang berusia 21 tahun itu juga mengakui bahwa meskipun ambisi adalah hal yang wajar, dirinya merasa puas dengan situasi kariernya saat ini di Camp Nou.

“Anda selalu menginginkan lebih, jelas, tetapi saya baik-baik saja,” tambahnya.

Lopez juga mengenang musim sebelumnya sebagai periode yang sangat penting dalam kariernya, terutama karena gelar-gelar yang berhasil diraih dan perayaan yang mengikutinya. Momen-momen tersebut membentuk fondasi kuat bagi perkembangannya.

Momen Panas di El Clasico dan Rivalitas Abadi

Salah satu pertandingan yang paling memicu semangat Fermin Lopez adalah El Clasico. Ia tidak segan-segan mengungkapkan perasaannya mengenai Real Madrid, menegaskan batas merah dalam karier profesionalnya.

“Ada satu tim yang tidak akan pernah saya bela,” kata Fermin Lopez, merujuk kepada Real Madrid.

Gairah Fermin terhadap rivalitas ini semakin terlihat saat ia menceritakan kembali insiden kontroversial dari El Clasico terbaru yang digelar di Spotify Camp Nou. Sebuah gol yang ia yakini sangat krusial baginya dianulir, meninggalkan dampak emosional yang mendalam bagi sang pemain.

“Mereka menganulir gol saya. Gol kelima, tidak kurang. Saya merayakan seolah-olah saya memenangkan Liga Champions, dan kemudian mereka menganulirnya. Ayolah, bung. Saya hampir menangis,” kenang Lopez.

Dinamika Ruang Ganti di Bawah Hansi Flick

Fermin Lopez juga memberikan sedikit gambaran mengenai suasana di ruang ganti Barcelona di bawah pelatih baru, Hansi Flick. Ia ditanya mengenai kebijakan disipliner, khususnya denda untuk keterlambatan.

“Saya tidak tahu jumlah pastinya, karena itu tidak pernah terjadi pada saya,” jawab Lopez, terkait denda di era Flick.

Meski demikian, Fermin mengakui bahwa ada sanksi finansial jika seorang pemain terlambat untuk latihan. Ia juga mengingat pernah mengalami insiden tersebut di bawah pelatih sebelumnya.

“Saya tahu ada sanksi finansial jika Anda terlambat latihan. Tapi itu adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi pada Anda. Itu pernah terjadi pada saya sekali, tetapi itu di bawah Xavi. Ada denda, ya,” tuturnya.

Meskipun Fermin menghindari perbandingan langsung antara para pelatih, ia menekankan bahwa setiap pengalaman membawa pelajaran berharga. Menurutnya, “Anda belajar sesuatu dari setiap orang.”

Impian Bekerja Sama dengan Andres Iniesta

Di akhir wawancara, Fermin Lopez juga mengungkapkan harapan dan keinginannya di masa depan. Ia bahkan mengisyaratkan keinginan untuk dapat bekerja di bawah Andres Iniesta suatu hari nanti, seiring Iniesta memulai perjalanan karier manajerialnya. Ini menunjukkan rasa hormat dan kekaguman Fermin terhadap legenda Barcelona tersebut.