Toprak Razgatlioglu Raih Poin MotoGP Perdana, Pramac Racing: Tingkatkan Moral Tim
Pembalap debutan MotoGP, Toprak Razgatlioglu, berhasil mencatatkan poin pertamanya di kelas utama kejuaraan dunia balap motor pada MotoGP Amerika 2026 di Circuit of the Americas (COTA), Minggu (30/3/2026). Namun, pencapaian manis ini diwarnai rasa pahit akibat kesenjangan waktu yang signifikan dengan para pembalap terdepan.
Razgatlioglu, yang membalap untuk tim Prima Pramac Yamaha, finis di posisi ke-15, sekaligus menjadi pembalap Yamaha dengan performa terbaik di seri tersebut. Ia berhasil menyalip rekan setimnya, Fabio Quartararo, di lap-lap akhir balapan. Kendati demikian, ia harus menempuh jarak 25 detik di belakang pemenang balapan, Marco Bezzecchi, yang mengendarai Aprilia.
“Poin pertama saya, ini bagus, tapi secara umum saya tidak bahagia karena kami tertinggal 25 detik,” ujar Razgatlioglu, seperti dilansir dari Crash.net.
“Saya suka sirkuit ini, saya sangat menikmatinya saat membalap, tetapi ini sangat sulit bagi para pembalap, terutama untuk 20 lap. Tapi bagaimanapun, saya terus mendorong sekuat tenaga seperti biasa, dan akhirnya saya mendapatkan poin pertama di MotoGP. Saya senang untuk ini, tetapi secara umum saya selalu fokus pada hasil yang jauh lebih baik.” tambahnya.
Kesenjangan Yamaha yang Mengkhawatirkan
Performa motor Yamaha M1 dengan konfigurasi mesin V4 masih menjadi sorotan utama. Meskipun Razgatlioglu berhasil finis sebagai Yamaha terbaik, keempat motor M1 yang turun di COTA menempati posisi belakang klasemen. Kesenjangan waktu yang lebar ini menunjukkan betapa tim-tim pabrikan Jepang tersebut masih harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dari rival-rivalnya seperti Aprilia dan Ducati.
Direktur tim Pramac Racing, Gino Borsoi, mengakui bahwa poin pertama Razgatlioglu merupakan sebuah “peningkat moral” bagi tim setelah awal musim yang sulit.
“Tentu saja, ambisi kami lebih tinggi dari ini, tetapi kami semua membutuhkan sedikit peningkatan moral dan kami sangat senang Toprak berhasil mencetak poin MotoGP pertamanya, yang kami harap akan menjadi banyak poin di karirnya,” kata Borsoi.
Namun, Borsoi juga menyadari tantangan yang dihadapi.
“Kami semua membutuhkan sedikit peningkatan moral dan kami sangat senang Toprak berhasil mencetak poin MotoGP pertamanya,” tambahnya.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun ada kemajuan, tim masih menghadapi rintangan besar untuk bersaing di papan atas.
Adaptasi Razgatlioglu dan Tantangan Michelin
Razgatlioglu, juara dunia World Superbike (WorldSBK) beberapa kali, sedang menjalani kurva pembelajaran yang curam di MotoGP. Transisi dari motor produksi dengan ban Pirelli ke prototipe balap dengan ban Michelin menjadi salah satu tantangan utamanya. Ia mengaku masih beradaptasi dengan karakteristik ban Michelin.
“Saya belajar banyak hari ini karena saya mengikuti Fabio selama banyak lap, dan pada akhirnya, saya hanya mencoba melewatinya dan menemukan ritme saya,” jelas Razgatlioglu.
“Akhirnya, saya finis ke-15 dan mendapatkan satu poin di kejuaraan, ini adalah hal positif, tetapi kami perlu belajar dan berkembang lebih banyak untuk balapan-balapan Eropa.”
Performa Razgatlioglu di COTA patut diapresiasi mengingat sirkuit tersebut dikenal sangat menuntut fisik dan teknis. Ia berhasil mengungguli rekan-rekan setimnya di Yamaha, sebuah pencapaian yang menunjukkan potensi adaptasinya yang cepat di kelas MotoGP.
Yamaha Berharap pada Perbaikan di Balapan Berikutnya
Meski meraih poin perdana, hasil di COTA menegaskan bahwa Yamaha masih berjuang keras untuk kembali kompetitif di MotoGP. Pabrikan asal Jepang ini telah melakukan perubahan radikal pada motor M1 mereka dengan beralih ke mesin V4 untuk musim 2026, namun performa di awal musim belum sesuai harapan.
Fabio Quartararo, juara dunia MotoGP 2021, menyatakan bahwa tim Yamaha “tidak tahu bagaimana cara memperbaiki” masalah pada motor mereka. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa besarnya tugas yang dihadapi Yamaha untuk meningkatkan performa motor mereka dalam waktu dekat.
Balapan selanjutnya akan digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol. Razgatlioglu berharap dapat terus belajar dan beradaptasi, serta berharap ada perbaikan signifikan dari tim Yamaha untuk menghadapi seri-seri berikutnya di Eropa.