Fabio Quartararo: Yamaha Tak Tahu Solusi Masalah Motor MotoGP
Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP, Fabio Quartararo, mengungkapkan keputusasaan mendalam terhadap kemampuan timnya dalam mengatasi masalah performa motor YZR-M1. Juara Dunia MotoGP 2021 ini menyatakan bahwa Yamaha “sama sekali tidak tahu” bagaimana cara memperbaiki motor mereka agar kompetitif di kasta tertinggi balap motor dunia.
Komentar pedas Quartararo ini dilontarkan setelah hasil yang mengecewakan di Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Minggu (30/3/2026). Ia finis di posisi ke-17, bahkan kalah dari rekan setimnya, Alex Rins, yang berada di posisi ke-18.
Hasil ini melanjutkan tren buruk Yamaha di awal musim 2026, di mana Quartararo saat ini menduduki peringkat ke-17 klasemen sementara dengan hanya enam poin. Sebelumnya, di Sprint Race, ia juga hanya mampu finis di posisi ke-11.
Quartararo Kehilangan ‘Feeling’ di Atas Motor
Pembalap asal Prancis ini merasa tidak nyaman dan kehilangan “feeling” saat mengendarai motor Yamaha M1 yang baru saja mengadopsi mesin V4.
“Masalahnya bukan saya menunggu mereka melakukan sesuatu, tetapi mereka tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan,” ujar Quartararo, dilansir dari AutoHebdo.
“Saya benar-benar tidak merasa baik di atas motor. Saya mendorong, tetapi saya tidak punya feeling. Saya hanya berkendara demi berkendara, saya balapan untuk mencoba melakukan yang terbaik, tetapi saya tidak dapat menemukan sesuatu yang positif.” lanjutnya.
Perasaan Quartararo ini senada dengan performa Yamaha secara keseluruhan di COTA. Selain Quartararo dan Rins, pembalap satelit Yamaha, Toprak Razgatlioglu, finis di posisi ke-15, sementara Jack Miller di posisi ke-16.
Keempat pembalap Yamaha menempati posisi terbawah di papan waktu. Bahkan, Razgatlioglu yang menjadi pembalap Yamaha terbaik di seri tersebut, masih tertinggal lebih dari 25 detik dari pemenang balapan, Marco Bezzecchi.
Harapan Terhadap Mesin V4 Belum Terwujud
Yamaha memang telah melakukan perubahan signifikan dengan beralih dari mesin inline-four yang ikonik ke konfigurasi V4 untuk musim 2026. Keputusan ini diambil dengan harapan dapat meningkatkan akselerasi dan performa motor secara keseluruhan untuk bersaing dengan pabrikan lain seperti Ducati dan KTM yang sudah menggunakan layout serupa. Namun, hingga seri ketiga musim 2026, transisi ini belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Quartararo sendiri sebelumnya telah mengakui bahwa Yamaha masih berjuang untuk memahami cara memaksimalkan potensi motor baru ini. Ia bahkan pernah menyatakan bahwa perbaikan signifikan mungkin baru bisa terwujud setelah pertengahan musim, atau bahkan lebih lama. “
Kami masih perlu mencari tahu bagaimana cara kerjanya, dan mencoba memperbaiki motor kami,” ungkap Quartararo pada awal Maret 2026, dilansir dari News.GP.
Ia juga sempat mengungkapkan kekecewaannya pada tes di Misano pada September 2025, di mana ia merasa motor V4 tersebut masih lebih lambat dari pendahulunya dalam simulasi balapan jarak jauh.
Masa Depan Quartararo di Yamaha Dipertanyakan
Situasi sulit yang dihadapi Quartararo bersama Yamaha ini semakin memicu spekulasi mengenai masa depannya.
Sejak akhir tahun 2025, beredar rumor kuat bahwa pembalap berusia 26 tahun ini akan hengkang ke tim pabrikan Honda mulai musim 2027. Meskipun ia membantah telah menandatangani kontrak, Quartararo mengakui adanya pembicaraan dengan Honda.
“Honda adalah salah satu tim yang sedang saya ajak bicara,” kata Quartararo, dilansir dari Motorsport Week. “Saya akan meluangkan waktu yang saya perlukan untuk membuat keputusan terkait 2027, tetapi sampai hari ini, saya belum menandatangani apa pun.”
Manajer tim Honda HRC, Alberto Puig, juga telah memberikan pernyataan terkait rumor tersebut, namun memilih untuk bersikap hati-hati.
“Belum ada yang diputuskan,” ujar Puig.
“Kami berkomunikasi dengan banyak pembalap, seperti biasa di waktu seperti ini. Fabio adalah salah satu pembalap paling berbakat di grid, dan logis jika namanya beredar. Tapi untuk saat ini, tidak ada kesepakatan yang ditandatangani, dan kami tidak punya apa pun yang resmi.”
Dengan kontraknya bersama Yamaha yang akan berakhir, dan performa motor yang belum menunjukkan peningkatan signifikan, masa depan Fabio Quartararo di MotoGP bersama tim asal Iwata tersebut semakin diselimuti ketidakpastian. MotoGP 2026 tampaknya akan menjadi musim yang sangat panjang bagi Quartararo dan Yamaha, sementara para rival terus menunjukkan performa yang konsisten.