Fermin Lopez Tolak Tawaran Fantastis Tim Arab Saudi Demi Barcelona

Gelandang Barcelona, Fermin Lopez secara tegas menolak tawaran transfer menggiurkan senilai 50 juta euro per tahun dari klub Arab Saudi. Keputusan ini ia ungkapkan dalam sebuah wawancara, menegaskan bahwa mimpinya adalah bermain untuk Barcelona.

Lopez juga menyatakan loyalitasnya yang mendalam kepada Blaugrana dan membuat pernyataan berani bahwa ia tidak akan pernah bergabung dengan rival abadi, Real Madrid, dalam kesempatan wawancara di El podcast de fin de mes.

Musim ini, Fermin Lopez tampil luar biasa dengan mencetak 12 gol dan memberikan 16 assist, menjadikannya salah satu pemain paling menentukan di sepak bola Eropa. Peningkatan performanya telah mengubahnya dari talenta menjanjikan menjadi sosok kunci di lini tengah Barcelona.

Loyalitas Fermin Lopez kepada Barcelona

Penolakan terhadap tawaran finansial yang sangat besar dari Arab Saudi menunjukkan prioritas Fermin Lopez terhadap klub impiannya. Bagi Fermin, keberadaan di Camp Nou adalah tujuan tertinggi dalam kariernya.

“Tidak. Ini tergantung pada setiap individu, pada situasi setiap pemain, tetapi bagi saya, berada di Barça adalah tujuan utama. Itu adalah impian saya,” ujar Fermin Lopez dalam wawancara tersebut.

Ia menambahkan bahwa meskipun ambisi adalah hal yang wajar, dirinya merasa puas dengan situasi saat ini di Barcelona. Fermin Lopez juga menyoroti musim lalu sebagai periode penting dalam kariernya karena raihan gelar dan perayaan yang menyertainya.

Fermin tidak ragu mengungkapkan perasaannya terhadap Real Madrid. Ia secara eksplisit menyebut bahwa Los Blancos adalah satu-satunya tim yang “tidak akan pernah saya bela.”

Gairah Fermin terhadap El Clasico juga terlihat jelas saat ia mengenang momen kontroversial di Camp Nou baru-baru ini. Sebuah gol yang ia yakini sangat penting dianulir, meninggalkan dampak emosional yang mendalam baginya.

“Mereka menganulir gol saya. Gol kelima, tidak kurang. Saya merayakannya seolah-olah saya memenangkan Liga Champions, lalu mereka menganulirnya. Ayolah. Saya hampir menangis,” kenang Fermin Lopez.

Dinamika Ruang Ganti dan Aspirasi Manajerial

Fermin Lopez juga memberikan gambaran mengenai suasana ruang ganti Barcelona di bawah asuhan pelatih baru Hansi Flick. Saat ditanya tentang aturan disipliner, khususnya denda keterlambatan, Fermin mengaku tidak mengetahui jumlah pastinya.

“Saya tidak tahu jumlah pastinya, karena itu tidak pernah terjadi pada saya,” kata Fermin Lopez, merujuk pada denda di era Flick.

Namun, ia membenarkan adanya penalti finansial jika terlambat datang latihan. Fermin juga mengungkapkan bahwa ia pernah sekali terlambat dan didenda, namun insiden itu terjadi saat Barcelona masih dilatih oleh Xavi Hernandez.

“Saya tahu ada penalti finansial jika Anda terlambat latihan. Tapi itu adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi pada Anda. Itu pernah terjadi pada saya sekali, tetapi itu di bawah Xavi. Ada denda, ya,” ungkapnya.

Meskipun menghindari perbandingan langsung antara kedua manajer, Fermin menekankan bahwa “Anda belajar sesuatu dari setiap orang.” Terakhir, ia juga mengisyaratkan keinginan di masa depan untuk bekerja di bawah Andres Iniesta saat legenda Barcelona itu memulai karier manajerialnya.