Kembalinya Eder Militao Ancam Posisi Dean Huijsen sebagai Starter Real Madrid
Kembalinya bek tengah andalan Real Madrid, Eder Militao, setelah empat bulan absen akibat cedera menjadi kabar baik bagi klub menjelang akhir musim. Namun, pulihnya pemain internasional Brasil ini dikabarkan mengancam posisi starter salah satu rekrutan musim panas Los Blancos, Dean Huijsen.
Militao telah menunjukkan performa menjanjikan sejak kembali beraksi, bahkan mencetak satu-satunya gol Real Madrid saat mereka kalah 2-1 dari RCD Mallorca pada akhir pekan lalu. Kondisi ini, ditambah dengan performa solid Antonio Rudiger, menempatkan Dean Huijsen dalam situasi sulit.
Menurut laporan dari AS, dengan Militao yang telah kembali bugar sepenuhnya dan Antonio Rudiger menunjukkan performa terbaiknya, Dean Huijsen kini menghadapi ancaman serius untuk kehilangan tempatnya di starting lineup Real Madrid.
Dampak Kembalinya Militao bagi Lini Belakang Real Madrid
Eder Militao absen selama empat bulan akibat cedera serius yang dialaminya. Pertandingan melawan RCD Mallorca menjadi penanda kembalinya sang bek ke lapangan hijau, di mana ia langsung menunjukkan kontribusinya dengan mencetak gol.
Meskipun Real Madrid harus menelan kekalahan dalam pertandingan tersebut, kembalinya Militao dianggap sebagai dorongan besar bagi tim asuhan Carlo Ancelotti. Kehadirannya menambah opsi dan kekuatan di lini pertahanan menjelang periode krusial musim ini.
Militao diperkirakan belum akan menjadi starter pada pertandingan melawan Bayern Munich besok. Namun, ia sangat diharapkan dapat kembali masuk ke starting XI pada leg kedua di Allianz Arena pada pekan depan, menunjukkan kepercayaan staf pelatih terhadap kebugaran dan kualitasnya.
Otoritas yang ditunjukkan Rudiger dalam beberapa pekan terakhir juga menjadi faktor penting. Dengan kembalinya Militao dan kepemimpinan Rudiger, persaingan di jantung pertahanan menjadi semakin ketat, membuat posisi Huijsen terancam.
Perjalanan Dean Huijsen yang Penuh Tantangan Musim Ini
Dean Huijsen merupakan salah satu pembelian paling signifikan Real Madrid pada musim panas lalu, di mana klub rela mengeluarkan €58 juta untuk memboyongnya dari AFC Bournemouth. Pembelian ini dimaksudkan untuk memperkuat lini tengah yang kerap dilanda cedera, termasuk Militao, David Alaba, dan Rudiger.
Real Madrid meyakini bahwa keputusan untuk merekrut pemain internasional Spanyol tersebut adalah langkah tepat. Namun, mereka juga menyadari bahwa Huijsen membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan baik dan terus berkembang di level tertinggi.
Musim ini, perjalanan Huijsen penuh dengan pasang surut. Awalnya ia menunjukkan performa yang spektakuler, namun pertandingan melawan Atletico Madrid di Riyadh Air Metropolitano, yang berakhir dengan kekalahan 5-2, menjadi titik balik baginya.
Bek tengah berusia 20 tahun ini kemudian memasuki periode penurunan performa, yang diperparah dengan cedera soleus. Meskipun demikian, ia berhasil pulih dalam beberapa pertandingan terakhir, bertepatan dengan kemenangan di babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City.
Kendati menunjukkan tanda-tanda pemulihan, kembalinya Militao semakin memperumit peluang Dean Huijsen untuk menjadi starter di sisa musim ini. Persaingan sehat di lini belakang diharapkan dapat memacu performa seluruh pemain.