Bukan Tesla, Bukan Porsche: Mobil Listrik Ini yang Paling Dicari di China Saat Ini

Ketika pasar mobil listrik China biasanya dikaitkan dengan nama besar seperti Tesla atau sedan premium Eropa, perhatian konsumen kini justru tertuju pada satu model baru: Denza Z9 GT.

General Manager Denza, Li Hui, menyebut Z9 GT telah mengantongi “puluhan ribu” pesanan. Lonjakan permintaan ini membuat pabrikan menaikkan ritme produksi secara ekstrem demi mengejar antrean pengiriman.

Denza Z Versi Produksi Akan Uji Performa di Nürburgring, Supercar Listrik China Siap Saingi Eropa

Pabrik Dipaksa Kerja 24 Jam, Output Tembus 100 Unit per Hari

Untuk memastikan peningkatan produksi berjalan, Li Hui turun langsung ke basis manufaktur Denza di Shenzhen–Shantou. Pabrik tersebut dilaporkan beroperasi 24 jam nonstop selama tiga bulan terakhir.

Output harian kini telah melampaui 100 unit, namun angka tersebut disebut masih belum cukup untuk memenuhi derasnya permintaan pasar.

Dampaknya terasa hingga jaringan diler, yang dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan kekurangan unit display karena seluruh stok diprioritaskan untuk konsumen yang sudah memesan.

Denza saat ini menginformasikan estimasi waktu pengiriman 4 hingga 6 pekan kepada pelanggan. Untuk varian dengan konfigurasi dan warna tertentu, waktu tunggu bahkan bisa mencapai enam minggu.

Perusahaan menyebut banyaknya opsi konfigurasi, warna, serta koordinasi rantai pasok komponen menjadi faktor yang memperlambat peningkatan kapasitas produksi.

Penjualan Maret dan Target 20.000 Unit per Bulan

Bukan Tesla, Bukan Porsche: Mobil Listrik Ini yang Paling Dicari di China Saat Ini
BYD meningkatkan kuantitas produksi untuk memenuhi pesanan Denza Z9 GT. Foto: Car News China

Sepanjang Maret, Denza mencatat penjualan 7.133 unit, termasuk 738 unit Z9. Manajemen memproyeksikan angka tersebut dapat melonjak signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

Secara internal, Denza memperkirakan potensi penjualan bulanan bisa mencapai 20.000 unit apabila hambatan produksi berhasil diatasi.

Z9 GT diposisikan sebagai sedan flagship yang diarahkan untuk menantang model premium seperti Porsche Panamera. Namun, strategi harga menjadi pembeda utama.

Model ini dipasarkan mulai 269.800 yuan atau sekitar Rp 604 jutaan, jauh di bawah banderol sedan Eropa dengan ukuran dan fitur setara.

Tiga Motor Listrik Powerful

Dibangun di atas platform e3 milik BYD, Denza Z9 GT tersedia dalam versi BEV dan PHEV.

Fitur teknis utamanya meliputi:

  • Tri-motor (tiga motor listrik)
  • Rear-wheel steering (roda belakang ikut membelok)
  • Dimensi besar khas sedan premium

Untuk varian PHEV, Denza mengklaim jarak tempuh kombinasi hingga 1.301 km (CLTC).

Keunggulan lain Z9 GT ada pada kemampuan pengisian cepat yang terhubung dengan ekspansi infrastruktur milik BYD.

BYD baru saja mengumumkan telah membangun 5.000 stasiun flash charging dalam 27 hari, tersebar di 297 kota di China. Stasiun ini memungkinkan kendaraan kompatibel mengisi daya:

  • 10% ke 70% dalam ±5 menit
  • Hingga 97% dalam ±9 menit

BYD menargetkan jaringan ini berkembang menjadi 20.000 stasiun pada akhir 2026, menjadikan kecepatan isi daya sebagai faktor kunci persaingan EV di China.

Andalan Seri Sedan “Z” Denza

Denza, yang kini sepenuhnya dimiliki BYD, tengah memperluas lini premium di tengah persaingan ketat segmen sedan besar. Z9 GT menjadi model pertama dalam seri sedan “Z” yang diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan volume penjualan merek tersebut.

Denza Z9 GT Siap Guncang IIMS 2026, Mobil Listrik Premium 952 HP Tantang Dominasi EV Mewah Indonesia

Lonjakan pesanan Z9 GT menjadi sinyal bahwa kombinasi harga agresif, teknologi canggih, dan dukungan infrastruktur mulai mendapat respons kuat dari pasar domestik China.