Fermin Aldeguer Kabarnya Tidak Senang Dipindahkan ke VR46 Racing Team oleh Ducati
Ducati kini menghadapi potensi keretakan hubungan dengan salah satu bintang mudanya yang paling menjanjikan, Fermin Aldeguer, menyusul keputusan pabrikan Italia tersebut untuk memindahkannya ke VR46 Racing Team pada MotoGP 2027. Keputusan ini disebut-sebut tidak diinginkan oleh Aldeguer sendiri dan berpotensi menimbulkan ketegangan baru dalam dinamika tim satelit Ducati.
Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Aldeguer lebih memilih untuk tetap bertahan di tim Gresini Racing, tempat ia menorehkan performa impresif di musim 2025 sebagai Rookie of the Year, meraih satu kemenangan dan tiga podium.
Namun, Ducati, yang memiliki kontrak langsung dengan Aldeguer hingga 2026 dengan opsi perpanjangan, tampaknya mengambil keputusan strategis untuk memindahkannya ke tim yang didukung pabrikan, VR46. Keputusan ini, menurut sumber, merupakan langkah yang aneh dan berpotensi menjadi blunder besar mengingat respons dari pihak-pihak yang terlibat.
Ketidakpuasan Aldeguer dan Gresini
Fermin Aldeguer, pembalap berusia 21 tahun itu, dikabarkan tidak menginginkan kepindahan ini. Ia merasa nyaman dan memiliki prospek bagus di Gresini, tim yang memberinya kesempatan debut di MotoGP.
Keputusan Ducati untuk memindahkannya dari satu tim satelit ke tim satelit lain yang juga menggunakan motor Ducati, meskipun dengan dukungan pabrikan yang lebih besar, dinilai sebagai langkah yang kurang tepat.
Nadia Padovani, pemilik tim Gresini Racing, juga dikabarkan “sangat kecewa” dengan keputusan Ducati. Gresini sejatinya berupaya keras mempertahankan Aldeguer, namun kini harus kehilangan dua pembalapnya seiring dengan Alex Marquez yang dikabarkan akan pindah ke KTM. Kehilangan Aldeguer menjadi pukulan telak bagi Gresini yang telah berinvestasi dalam perkembangannya.
Dukungan Pabrikan dan Potensi Keuntungan
Meskipun Aldeguer dikabarkan tidak menginginkan kepindahan ini, langkah tersebut setidaknya memberikan keuntungan berupa motor spek pabrikan (factory-spec bike) pada tahun 2027. VR46, sebagai tim yang didukung pabrikan Borgo Panigale, memiliki akses lebih besar terhadap sumber daya dan pembaruan dari tim pabrikan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembalap yang ingin terus berkembang.
Namun, keputusan ini menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan tim satelit Ducati. Dengan Ducati yang berencana memberikan motor spek pabrikan kepada semua tim satelitnya pada musim 2027, pilihan untuk tetap bertahan di Gresini mungkin saja juga akan memberikan Aldeguer akses ke motor yang sama. Perbedaan utama terletak pada tingkat dukungan dan pembaruan yang diterima sepanjang musim.
Dampak Jangka Panjang bagi Ducati
Langkah Ducati memindahkan Aldeguer ke VR46 ini bisa menjadi retakan pertama dalam hubungan mereka dengan pembalap muda tersebut.
Terlebih lagi, Aldeguer akan menjadi pembalap non-Italia pertama yang membalap untuk VR46 sejak tim tersebut bergabung dengan MotoGP pada tahun 2022. Jika Aldeguer kesulitan beradaptasi dengan tim barunya, hal ini bisa berdampak negatif pada kepercayaan dirinya dan hubungannya dengan Ducati.
Situasi ini juga memperumit lanskap pasar pembalap MotoGP untuk musim 2027. Dengan adanya perubahan regulasi teknis besar-besaran, termasuk penggunaan mesin 850cc dan ban Pirelli, banyak kontrak pembalap yang akan berakhir.
Keputusan Ducati yang memaksakan kehendak ini bisa memicu reaksi berantai dan memengaruhi aliansi tim-tim satelit di masa depan. Kabarnya, Gresini sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan Ducati dan melakukan pembicaraan dengan Honda dan Aprilia, meskipun akhirnya mereka cenderung untuk memperbarui kontrak dengan Ducati.
Perombakan Line-up Tim Satelit
Perpindahan Aldeguer ke VR46 ini merupakan bagian dari perombakan besar-besaran yang sedang dilakukan Ducati terhadap lini masa pembalapnya. Sementara Marc Marquez diprediksi akan tetap di Ducati dan Pedro Acosta bergabung dari KTM, pembalap seperti Francesco Bagnaia dikabarkan akan pindah ke Aprilia. Di sisi lain, Gresini harus mencari dua pembalap baru untuk menggantikan Aldeguer dan Alex Marquez. Nama-nama seperti Daniel Holgado dan Enea Bastianini dikaitkan dengan tim tersebut.
Keputusan Ducati untuk memengaruhi komposisi tim satelitnya menunjukkan semakin kuatnya pengaruh pabrikan dalam menentukan line-up pembalap. Di tengah ketatnya persaingan dan kelangkaan talenta level atas, dukungan pabrikan menjadi faktor penentu dalam ekosistem tim satelit MotoGP.