Pedro Acosta Peringatkan Potensi Bahaya Motor 850cc pada MotoGP 2027

Pebalap muda Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai potensi bahaya yang ditimbulkan oleh perubahan regulasi motor MotoGP menjadi 850cc mulai musim 2027. Menurut Acosta, bahaya utama bukan terletak pada kecepatan puncak motor di lintasan lurus, melainkan pada peningkatan kecepatan saat menikung yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

“Saya pikir yang berbahaya saat ini bukan karena kita melaju 360 km/jam di lintasan lurus,” ujar Acosta dilansir dari Crash, Kamis (16/4/2026).

“Masalahnya adalah kami jauh lebih cepat di tikungan dibanding tahun lalu, bahkan dibanding beberapa tahun sebelumnya, dan itu yang membuat olahraga ini berbahaya,” tambahnya.

Aturan Tekanan Ban MotoGP Diprotes KTM, Disebut Absurd dan Merusak Balapan

Perubahan regulasi MotoGP yang akan memangkas kapasitas mesin dari 1.000 cc menjadi 850 cc memang diprediksi akan menurunkan kecepatan puncak motor. Namun, regulasi baru ini juga mencakup pengurangan bobot minimum motor dari 157 kg menjadi 153 kg. Kombinasi mesin yang lebih kecil dan bobot yang lebih ringan ini berpotensi membuat motor menjadi lebih lincah dan cepat saat melibas tikungan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu, regulasi baru juga akan meniadakan penggunaan perangkat ride-height dan holeshot device mulai musim 2027. Perangkat ini sebelumnya membantu pebalap mengontrol wheelie saat akselerasi dan meningkatkan stabilitas saat menikung. Ketiadaan perangkat ini dikhawatirkan akan semakin menuntut kemampuan pebalap dalam mengendalikan motor, terutama saat start dan keluar tikungan.

Dampak Regulasi 850cc pada Kecepatan Tikungan

Peningkatan kecepatan tikungan menjadi fokus utama kekhawatiran Acosta. Ia menilai bahwa meskipun kecepatan puncak di lintasan lurus mungkin berkurang, peningkatan cornering speed ini dapat membuat olahraga balap motor paling prestisius ini menjadi lebih berbahaya.

Regulator MotoGP sendiri menyatakan bahwa pengurangan kapasitas mesin dan pembatasan aerodinamika bertujuan untuk mengurangi kecepatan puncak demi keselamatan dan meningkatkan kesempatan menyalip.

Namun, analisis dari berbagai sumber menunjukkan bahwa dampak keseluruhan masih belum pasti. Faktor-faktor lain seperti pengurangan aerodinamika, penggunaan ban Pirelli yang menggantikan Michelin, serta penghapusan perangkat ride-height akan turut memengaruhi performa motor.

Beberapa pihak bahkan mengingatkan bahwa pada era MotoGP 800cc (2007-2011), penurunan kapasitas mesin tidak serta merta membuat kecepatan melambat secara signifikan, dan justru dikhawatirkan mengurangi aspek teknik mengendalikan motor melalui putaran roda belakang, yang berpotensi membuat balapan menjadi lebih monoton.

“Saya tidak tahu bagaimana nantinya. Apalagi tanpa perangkat belakang tahun depan. Saya penasaran soal ini,” ujar Acosta, menunjukkan ketidakpastian mengenai dampak riil dari perubahan regulasi ini.

Pol Espargaro: Kepergian Pedro Acosta Akan Jadi Pukulan Telak untuk KTM

Kalender Balap yang Semakin Padat

Selain isu teknis terkait motor, Acosta juga menyoroti padatnya kalender balap MotoGP yang dianggap berpotensi memperpendek karier para pebalap. Dengan 22 seri dalam satu musim dan penambahan balapan Sprint sejak 2023, total terdapat 44 balapan setiap tahunnya. Jadwal yang begitu padat ini dikhawatirkan mengurangi waktu istirahat dan pemulihan bagi pebalap, serta membatasi kesempatan mereka untuk beradaptasi secara bertahap di setiap sirkuit.

“Yang saya rasa buruk dari kalender sekarang adalah karier pebalap akan menjadi lebih pendek,” kata Acosta. “Tidak mungkin menjalani 22 akhir pekan dengan sesi penting setiap hari, seperti PR (Jumat), kualifikasi dan Sprint (Sabtu), lalu balapan utama (Minggu),” keluhnya.

Kekhawatiran Acosta ini selaras dengan pandangan beberapa pihak yang menilai bahwa format balap yang intens dan jadwal yang padat dapat meningkatkan risiko cedera dan kelelahan, yang pada akhirnya dapat memperpendek durasi karier seorang pebalap di kancah MotoGP. Dengan semakin banyaknya balapan dan sesi penting yang digelar di setiap akhir pekan, pebalap dituntut untuk selalu berada dalam kondisi puncak, tanpa banyak waktu untuk pemulihan atau penyesuaian strategi.

Rahasia Konsistensi Pedro Acosta di MotoGP 2026, Ternyata Bukan Hanya Soal Motor

Perubahan regulasi MotoGP 2027, termasuk pengurangan kapasitas mesin menjadi 850cc dan penyesuaian aerodinamika, serta padatnya jadwal balapan, menjadi topik hangat yang terus mendapat perhatian. Pebalap seperti Pedro Acosta menjadi suara penting yang menyuarakan potensi risiko dan tantangan yang akan dihadapi para pebalap di era baru MotoGP.