Pol Espargaro: Kepergian Pedro Acosta Akan Jadi Pukulan Telak untuk KTM

Performa impresif Pedro Acosta di awal musim MotoGP 2026 tak hanya mencuri perhatian publik, tetapi juga memicu kekhawatiran internal di kubu KTM. Test rider mereka, Pol Espargaro, secara terbuka menyebut potensi kepergian Acosta akan menjadi pukulan telak bagi tim asal Austria tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi kuat bahwa Acosta akan meninggalkan KTM pada akhir musim ini untuk bergabung dengan tim pabrikan Ducati.

Pol Espargaro Puji Kematangan Pedro Acosta di MotoGP 2026

Acosta tampil sensasional pada awal musim MotoGP 2026. Pembalap berusia 21 tahun itu mencatat sejarah dengan menjadi rider pertama KTM yang mampu memimpin klasemen sementara MotoGP usai seri pembuka di Grand Prix Thailand 2026.

Ia meraih kemenangan perdananya di kelas utama melalui Sprint Race, lalu mengamankan posisi kedua di balapan utama. Kombinasi hasil tersebut mengantarkannya ke puncak klasemen, sekaligus menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat dalam perebutan gelar musim ini.

Peringatan Keras dari Pol Espargaro

Dalam wawancara dengan Diario AS, Pol Espargaro menilai KTM belum sepenuhnya mampu mengoptimalkan potensi luar biasa yang dimiliki Acosta.

“Pedro itu pembalap yang unik. Cara dia membalap dan pendekatannya benar-benar berbeda,” ujar Espargaro.

Ia menegaskan bahwa kehilangan Acosta bukan sekadar kehilangan poin atau hasil balapan, tetapi juga elemen penting lain yang sulit diukur secara statistik.

“Kalau kami kehilangan Pedro, kami kehilangan banyak hal. Bukan hanya hasil, tetapi juga sesuatu yang tidak selalu terlihat. Pembalap seperti dia sangat langka,” lanjutnya.

Menurut Espargaro, keterbatasan performa motor KTM saat ini membuat kemampuan terbaik Acosta belum sepenuhnya terlihat di lintasan MotoGP.

Suppo Bandingkan Duet Marc Marquez – Pedro Acosta dengan Rossi – Lorenzo di Yamaha

Isu Kepindahan ke Ducati Menguat

Spekulasi mengenai masa depan Acosta semakin menguat sejak sebelum musim 2026 dimulai. Ia disebut telah mencapai kesepakatan untuk memperkuat tim pabrikan Ducati mulai musim depan.

Jika transfer ini terealisasi, Acosta diproyeksikan akan menjadi tandem Marc Marquez, membentuk duet bertabur bintang di tim asal Italia tersebut.

Meski belum ada pengumuman resmi, kabar ini sudah cukup membuat KTM berada dalam tekanan besar untuk mempertahankan aset terbaik mereka.

Dinamika Internal KTM

Di balik performa gemilang Acosta, muncul pula dinamika internal di dalam tim. Pembalap Enea Bastianini sebelumnya sempat menyoroti kecenderungan tim yang dianggap terlalu memprioritaskan pengembangan motor untuk Acosta.

Permintaan agar perhatian tim dibagi lebih merata kepada pembalap lain seperti Brad Binder dan Maverick Vinales pun sempat mencuat.

Namun, performa luar biasa Acosta di awal musim ini justru memperkuat posisinya sebagai pusat proyek KTM, sehingga perubahan pendekatan tersebut tampaknya sulit diwujudkan dalam waktu dekat.

KTM di Titik Kritis

Dengan statusnya sebagai pemimpin tim sekaligus pembalap paling menjanjikan, kepergian Acosta akan meninggalkan kekosongan besar di tubuh KTM.

Peringatan Pol Espargaro menjadi sinyal jelas bahwa KTM tidak hanya berisiko kehilangan pembalap berbakat, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi fondasi pengembangan tim di MotoGP.

Ducati Sudah Kunci Pedro Acosta Sejak Desember, Nasib Bagnaia Diputus Sejak Akhir 2025

Jika skenario tersebut benar terjadi, maka musim 2026 bisa menjadi titik balik penting—bukan hanya bagi karier Pedro Acosta, tetapi juga masa depan KTM di kompetisi balap motor paling bergengsi di dunia.