Ducati Sudah Kunci Pedro Acosta Sejak Desember, Nasib Bagnaia Diputus Sejak Akhir 2025
Keputusan Ducati Lenovo Team merekrut Pedro Acosta ternyata sudah diambil sejak Desember 2025. Fakta ini terungkap dari penjelasan reporter pit lane MotoGP, Jack Appleyard, yang menyebut kontrak Acosta telah diteken jauh sebelum musim baru dimulai.
Artinya, nasib Francesco Bagnaia di kursi pabrikan Ducati sebenarnya sudah diputus sejak akhir musim lalu, bahkan sebelum ia memiliki kesempatan untuk menebus performanya di lintasan pada musim berikutnya.
Kontrak Sudah Selesai, Pengumuman Ditahan
Dalam podcast Motorsport Republica, Appleyard menjelaskan bahwa sekitar 80–90 persen kontrak pembalap pabrikan sebenarnya sudah rampung. Namun pengumuman resmi ditahan karena menunggu kesepakatan komersial baru antara MotoGP, Liberty Media, serta tim dan pabrikan terkait pembagian pendapatan di era baru kejuaraan.
Dengan kata lain, keterlambatan pengumuman bukan karena negosiasi pembalap yang belum selesai, melainkan faktor administratif di level komersial kejuaraan.
Appleyard juga menyebut bahwa Marc Marquez sudah lebih dulu diamankan Ducati untuk tetap bertahan sejak peluncuran tim pada Februari.
Musim 2025 yang Sulit Dijelaskan untuk Bagnaia
Bagnaia datang ke musim 2025 sebagai juara dunia dua kali bersama Ducati. Namun performanya mengalami penurunan signifikan yang sulit dijelaskan, bahkan oleh dirinya sendiri.
Ia memang masih meraih dua kemenangan dan delapan podium Grand Prix, tetapi inkonsistensi serta banyaknya DNF membuatnya hanya finis kelima di klasemen akhir. Itu mengakhiri catatan empat musim beruntun finis dua besar.
Situasi makin kontras ketika dibandingkan dengan Marquez. Meski absen di empat seri terakhir karena cedera, Marquez tetap mengungguli Bagnaia dengan selisih 257 poin.
Bagnaia bahkan menutup musim dengan lima DNF beruntun, rangkaian hasil yang diyakini menjadi momen krusial Ducati mengambil keputusan strategis.
Prediksi Tardozzi Tak Sejalan dengan Realitas
Pada Januari, manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, sempat menyatakan keyakinannya bahwa “Bagnaia versi 2024” akan kembali musim ini.
Namun jika kontrak Acosta memang sudah diteken pada Desember, maka pernyataan tersebut tidak mencerminkan keputusan internal yang sudah diambil manajemen tim.
Hal ini memunculkan indikasi bahwa Ducati sejak awal sudah meragukan kemampuan Bagnaia untuk kembali ke performa puncaknya pada 2026.
Performa Acosta di awal musim langsung memberi pembenaran terhadap keputusan tersebut. Ia mencuri perhatian dengan kemenangan Sprint di Thailand dan dua podium Grand Prix.
Perolehan poinnya sudah lebih dari dua kali lipat Bagnaia, memperlihatkan kontras performa yang tajam sejak awal musim berjalan.
Salah Satu Manuver Paling Cepat di Bursa Pembalap
Yang membuat keputusan ini menonjol adalah waktunya. Ducati mengambil keputusan mengganti juara dunia dua kali mereka bahkan sebelum tes pramusim dimulai.
Dalam dinamika bursa pembalap MotoGP yang biasanya menunggu pembuktian di lintasan, langkah ini tergolong sangat cepat, tegas, dan tanpa kompromi.
Kini, seiring performa awal musim, keputusan tersebut terlihat rasional. Namun di sisi lain, ini juga menjadi salah satu manuver paling keras dalam sejarah pasar pembalap MotoGP modern.