Detak.Media — Mantan pebalap MotoGP, Pol Espargaro, menilai para rival kini memiliki keberanian baru saat menghadapi Marc Marquez di lintasan. Menurutnya, kondisi fisik Marquez yang belum sepenuhnya pulih serta perubahan dinamika persaingan di musim 2026 membuat pebalap lain merasa punya celah untuk menyerang sang juara dunia bertahan.
Marquez yang tampil nyaris sempurna pada awal masa baktinya bersama Ducati Lenovo Team musim lalu, kini menjalani awal musim yang jauh berbeda. Dari tiga seri Grand Prix yang telah digelar musim ini, ia hanya mampu mengamankan satu kemenangan Sprint dari total enam balapan yang berlangsung dalam dua format.
Situasi ini kontras dengan dominasinya pada musim 2025 saat ia melaju relatif tanpa perlawanan berarti dalam perburuan gelar juara dunia.
Aprilia Kini Punya Motor Paling Kompetitif
Salah satu faktor yang memengaruhi perubahan peta persaingan adalah performa impresif Aprilia Racing. Motor RS-GP dinilai sebagai paket paling kompetitif di grid saat ini, tercermin dari konsistensi Marco Bezzecchi yang tampil dominan di format balapan Grand Prix.
Namun menurut Espargaro, masalah Marquez bukan semata soal motor.
Pebalap Spanyol itu masih berjuang memulihkan kondisi fisiknya usai cedera yang dialami pada penghujung musim lalu. Dampaknya, Marquez dinilai belum kembali ke level performa terbaiknya, dan ini terbaca jelas oleh para rivalnya.
Analogi Barcelona
Dalam wawancara dengan Diario AS, Espargaro mengibaratkan situasi Marquez seperti klub sepak bola FC Barcelona yang pernah mengalami masa sulit.
“Barcelona dulu terbiasa memimpin. Tapi ketika mereka masuk fase krisis, tim-tim lain tidak lagi menunggu. Mereka langsung menyerang. Saya melihat hal yang mirip sekarang di MotoGP,” ujar Espargaro.
Ia menilai, kombinasi antara kondisi Marquez yang belum 100 persen dan kepercayaan diri pebalap lain membuat pola duel di lintasan berubah.
“Sekarang para pebalap melihat Marc punya kelemahan yang dulu tidak ada. Mereka merasa lebih mampu menyerang. Contohnya yang kita lihat dari Di Giannantonio di Brasil.”
Iklan
Situasi ini, kata Espargaro, juga membuat Marquez sedikit terkejut karena ia tidak terbiasa berada dalam posisi seperti itu selama beberapa musim terakhir.
Jeda Empat Pekan Jadi Kesempatan Pemulihan
Harapan Marquez untuk bangkit mendapat dorongan setelah penundaan seri MotoGP Qatar yang semula dijadwalkan pada April dan kini diundur ke November.
Penjadwalan ulang tersebut menciptakan jeda empat pekan antara seri Austin dan seri berikutnya di MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez.
Waktu istirahat ini dimanfaatkan Marquez untuk fokus pada pemulihan fisik secara penuh sebelum kembali bertarung di lintasan.
Namun di sisi lain, gaya balap agresif Marquez juga memunculkan kekhawatiran. Mantan pebalap sekaligus analis MotoGP, Neil Hodgson, memperingatkan bahwa satu kesalahan kecil di Jerez bisa berdampak besar.
Jika kembali mengalami cedera, peluang Marquez mempertahankan gelar juara dunia musim ini bisa tertutup sepenuhnya.
Seri Jerez dipandang sebagai momen krusial bagi Marquez. Jika ia mampu kembali tampil kompetitif, peta persaingan bisa kembali berubah. Namun jika masih kesulitan, para rival diyakini akan semakin agresif memanfaatkan celah yang ada.
MotoGP 2026 pun memasuki fase yang tidak biasa: sang juara dunia kini bukan lagi sosok yang ditunggu untuk diserang, melainkan target utama yang diyakini bisa ditaklukkan.






