Neil Hodgson: Marc Marquez Tak Boleh Jatuh di MotoGP Spanyol, Defisit 36 Poin Jadi Alarm Bahaya

Mantan pebalap sekaligus analis MotoGP, Neil Hodgson, memperingatkan bahwa satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal bagi peluang gelar Marc Marquez pada musim MotoGP 2026.

Peringatan itu muncul jelang seri MotoGP Spanyol 2026 di Circuito de Jerez, ketika Marquez sudah tertinggal 36 poin dari pemuncak klasemen sementara, Marco Bezzecchi.

Dengan format akhir pekan MotoGP yang menyediakan maksimal 37 poin dari Sprint dan balapan utama, selisih tersebut nyaris setara dengan satu akhir pekan sempurna.

Pablo Nieto: Aprilia Unggul, Tapi Marc Marquez Tetap Favorit Juara Dunia

Defisit Poin yang Tak Memberi Ruang Kesalahan

Hodgson menilai kondisi musim ini sangat berbeda bagi Marquez dibanding tahun lalu. Jika sebelumnya ia masih bisa bangkit setelah beberapa insiden, kini ruang untuk melakukan kesalahan nyaris tidak ada.

“Marc tertinggal 36 poin. Dia tidak boleh membuat kesalahan. Tahun lalu kita melihat dia cukup sering melakukan kesalahan di awal musim,” ujar Hodgson kepada TNT Sports.

Aprilia, menurut Hodgson, sangat memahami bahwa perebutan gelar biasanya mulai benar-benar memanas saat kalender memasuki seri Eropa. Dan Jerez, dengan karakter tikungan panjang dan flowing, dinilai sangat cocok dengan motor RS-GP milik pabrikan Noale.

Insiden di Austin Jadi Peringatan

Kesalahan besar pertama Marquez musim ini terjadi pada Sprint di Grand Prix Amerika Serikat. Ia menyenggol pebalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, yang membuatnya menerima penalti long lap di balapan utama.

Insiden itu mengacaukan akhir pekan Marquez sekaligus memperlebar jarak poin dari Bezzecchi.

Situasi ini mengingatkan pada musim lalu ketika Marquez kehilangan kemenangan potensial di Jerez akibat kehilangan kendali motor, serta terjatuh saat memimpin lomba di Austin.

Namun Hodgson menilai, musim ini kesalahan serupa bisa berdampak jauh lebih besar.

MotoGP 2026: Valentino Rossi Prediksi Marc Marquez Akan Bangkit, Rival Harus Hati-hati

Marquez Dinilai Terlalu Hati-hati

Jurnalis senior Mat Oxley dalam podcast Oxley Bom melihat sisi berbeda dari Marquez di Austin.

Menurutnya, Marquez tampak sangat berhati-hati, bahkan ketika memiliki peluang untuk menyalip Francesco Bagnaia yang terlihat melambat.

“Saya belum pernah melihat dia se-hati-hati itu. Dia seperti menahan diri,” kata Oxley.

Kondisi ini diduga karena Marquez masih mengelola pemulihan bahunya sekaligus menunggu peningkatan performa motor Ducati.

Harapan pada Persaingan di Depan

Strategi bermain aman mungkin efektif dalam jangka pendek. Namun jika Bezzecchi terus memperlebar jarak bersama Aprilia, Marquez akan dipaksa mengambil risiko lebih besar.

Ia juga berharap kebangkitan Jorge Martin bisa membantu memecah perolehan poin di barisan depan, sehingga Bezzecchi tidak melaju tanpa gangguan.

Sebagai catatan sejarah, Ducati pernah melakukan comeback luar biasa saat Bagnaia membalikkan defisit 91 poin dari Fabio Quartararo dalam delapan seri pada musim 2022. Namun Hodgson menilai situasi Marquez saat ini jauh lebih genting.

Michele Pirro Akui Ducati Punya Banyak Keterbatasan Karena Cedera Marc Marquez

Di Jerez, Marquez bukan hanya memburu hasil maksimal. Ia juga sedang menjaga agar mimpinya mempertahankan gelar dunia tidak runtuh hanya karena satu kesalahan kecil.