Ducati Naikkan Gaji Marquez Rp260 Miliar, Masih Bukan yang Tertinggi di MotoGP
Kabar nilai kontrak pebalap kembali memanaskan bursa MotoGP 2027. Meski tampil dominan dan merebut gelar dunia 2025 bersama Ducati Lenovo Team, Marc Marquez disebut tetap bukan pebalap dengan bayaran tertinggi di grid saat ia menandatangani kontrak barunya.
Laporan media Italia Motosprint menyebut Ducati akan menaikkan gaji tetap Marquez secara signifikan mulai 2027. Namun, status pebalap dengan bayaran tertinggi tetap dipegang Fabio Quartararo.
Lonjakan Gaji Marquez Hampir Lima Kali Lipat
Dalam laporan tersebut, gaji tetap Marquez di Ducati disebut bisa mencapai £13 juta per tahun (sekitar Rp260 miliar) mulai 2027. Angka itu melonjak drastis dibanding musim 2025, ketika ia dikabarkan hanya menerima £2,6 juta (sekitar Rp52 miliar) sebelum bonus performa.
Kenaikan hampir lima kali lipat ini dipandang sebagai bentuk apresiasi Ducati atas kontribusi Marquez yang langsung membawa tim kembali ke puncak klasemen dunia.
Banyak pihak meyakini kontrak yang disiapkan Ducati berbentuk skema one-plus-one (1+1), bukan murni dua tahun, untuk memberi fleksibilitas di tengah perubahan regulasi besar MotoGP pada 2027.
Marquez Utamakan Motor Kompetitif Ketimbang Nilai Kontrak
Sejak meninggalkan Repsol Honda Team pada akhir 2023, Marquez memang dikenal mengambil keputusan berani dengan mengorbankan nilai kontrak demi mendapatkan motor paling kompetitif di grid.
Langkah tersebut terbayar lunas. Bersama Ducati Lenovo Team, ia kembali menemukan performa terbaiknya dan mengunci gelar juara dunia 2025.
Kini, Ducati disebut siap “membalas” pilihan Marquez itu lewat kontrak baru bernilai jauh lebih besar.
Quartararo Tetap Jadi Pebalap Termahal
Meski demikian, laporan yang sama menyebut Quartararo tetap menjadi pebalap dengan bayaran tertinggi di MotoGP.
Pebalap Prancis itu sebelumnya dilaporkan menerima £10 juta per tahun (sekitar Rp200 miliar) saat memperpanjang kontrak dengan Monster Energy Yamaha MotoGP pada 2024, di tengah periode sulit Yamaha yang minim kemenangan.
Kini, Quartararo disebut akan bergabung dengan Repsol Honda Team mulai 2027 dengan nilai kontrak yang bahkan lebih tinggi, sehingga mempertahankan statusnya sebagai pebalap termahal di grid.
Kekuatan Finansial Honda Sulit Ditandingi
Situasi ini bukan cerminan nilai Marquez di mata Ducati, melainkan perbedaan kekuatan finansial antar pabrikan.
Sebelum hengkang pada 2023, Marquez kabarnya sempat ditawari kontrak oleh Honda senilai €100 juta untuk empat tahun (sekitar Rp1,7 triliun) atau lebih dari £20 juta per musim (sekitar Rp400 miliar) agar tetap bertahan.
Namun ia memilih hengkang demi proyek olahraga yang lebih menjanjikan.
Dengan sumber daya finansial dan teknis terbesar di grid, Honda kini memanfaatkan momentum perubahan regulasi 2027 untuk membangun ulang proyeknya dengan mendatangkan bintang besar seperti Quartararo.