Pindah ke Aprilia, Francesco Bagnaia Terancam Kehilangan Crew Chief Andalannya
Isu perpindahan Francesco Bagnaia ke Aprilia Racing pada MotoGP 2027 memunculkan konsekuensi teknis yang tidak kecil. Pebalap asal Italia itu dikabarkan berpotensi memulai babak baru kariernya tanpa didampingi crew chief kepercayaannya, Cristian Gabarrini, karena disebut akan ditahan oleh Ducati Lenovo Team.
Laporan media Italia menyebut Ducati cenderung tidak mengizinkan Gabarrini ikut pindah ke Aprilia, meski Bagnaia ingin tetap bekerja dengannya di tim baru. Keputusan ini dikaitkan dengan kepentingan teknis Ducati jelang era regulasi baru MotoGP 2027.
Hubungan Teknis yang Terbangun Sejak 2019
Kolaborasi Bagnaia dan Gabarrini sudah terjalin sejak 2019 saat sang pebalap membela Pramac Racing. Kebersamaan itu berlanjut ketika Bagnaia naik ke tim pabrikan Ducati pada 2021.
Di bawah arahan Gabarrini, Bagnaia berkembang menjadi salah satu pebalap paling konsisten di grid dan meraih dua gelar juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023. Bagi Bagnaia, Gabarrini bukan sekadar kepala kru, tetapi sosok yang memahami gaya balap, kebutuhan setelan motor, hingga pendekatan mentalnya sepanjang akhir pekan balapan.
Gabarrini sendiri memiliki rekam jejak panjang di MotoGP. Ia pernah menjadi crew chief Casey Stoner saat meraih gelar dunia, serta bekerja sama dengan Jorge Lorenzo di Ducati pada 2017–2018.
Ducati Dinilai Punya Alasan Kuat Menahan Gabarrini
Dari sisi Ducati, Gabarrini adalah aset teknis penting yang memahami filosofi dan data pengembangan motor Desmosedici selama bertahun-tahun. Melepasnya ke rival langsung seperti Aprilia dinilai berisiko membuka transfer pengetahuan yang sensitif.
Terlebih, MotoGP akan memasuki era mesin 850cc pada 2027 di bawah regulasi baru dari Fédération Internationale de Motocyclisme dan Dorna Sports. Dalam fase transisi besar seperti ini, kontinuitas tim teknis menjadi faktor krusial bagi setiap pabrikan.
Menahan Gabarrini bisa dipandang sebagai langkah Ducati menjaga stabilitas teknis sekaligus membatasi keuntungan yang bisa diperoleh Aprilia.
Tantangan Tambahan bagi Bagnaia di Tim Baru
Jika benar Gabarrini tidak diizinkan ikut pindah, Bagnaia bukan hanya harus beradaptasi dengan motor baru dan lingkungan tim baru, tetapi juga membangun ulang komunikasi teknis dari nol dengan crew chief berbeda.
Dalam MotoGP modern, hubungan pebalap dan crew chief sangat menentukan, mulai dari pengembangan setelan motor, manajemen ban, hingga strategi balapan. Kehilangan sosok yang telah mendampinginya selama delapan musim jelas menjadi tantangan tersendiri.
Situasi ini membuat perpindahan Bagnaia ke Aprilia pada 2027, jika terealisasi, tidak sesederhana sekadar berganti warna motor, melainkan memulai ulang fondasi teknis yang selama ini menjadi kunci kesuksesannya.
Bagi Aprilia, kehadiran Bagnaia tetap merupakan keuntungan besar dari sisi pengalaman dan mental juara. Namun tanpa Gabarrini, proses adaptasi sang pebalap bisa memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Ducati, Bagnaia, maupun Aprilia terkait isu tersebut. Namun dinamika ini menunjukkan bahwa bursa pembalap MotoGP 2027 tidak hanya soal kontrak pebalap, tetapi juga perebutan sosok teknis di balik layar yang perannya tak kalah vital.