Ducati Waswas, Marc Marquez Ingin Kontrak Jangka Pendek di Tengah Regulasi Baru MotoGP 2027

Kekhawatiran mulai menyelimuti kubu Ducati Lenovo Team menjelang era regulasi baru MotoGP 2027. Di saat pabrikan lain mulai mengunci komposisi pembalap untuk menyambut mesin 850cc, Ducati justru dihadapkan pada ketidakpastian masa depan salah satu aset terbesarnya, Marc Marquez.

Pebalap asal Spanyol itu dikabarkan belum sepenuhnya sepakat dengan skema kontrak dua tahun yang diinginkan Ducati untuk periode 2027–2028. Marquez disebut lebih memilih kontrak jangka pendek, bahkan hanya satu musim, dengan opsi evaluasi di akhir 2027.

Marc Marquez Belum Teken Kontrak Baru, Ducati Dikabarkan Sudah Siapkan Pengganti

Regulasi 850cc Bikin Semua Pabrikan Memulai dari Nol

MotoGP akan memasuki fase teknis baru pada 2027 di bawah regulasi yang disusun Dorna Sports dan Fédération Internationale de Motocyclisme. Kapasitas mesin dipangkas dari 1000cc menjadi 850cc, perangkat aerodinamika dibatasi, serta sejumlah sistem elektronik dan perangkat ride-height dihapus.

Perubahan ini membuat seluruh pabrikan praktis memulai dari titik yang relatif setara. Ducati, yang selama era 1000cc dikenal memiliki keunggulan teknis, belum tentu langsung dominan di era baru tersebut.

Situasi inilah yang membuat Marquez berhati-hati dalam menentukan masa depannya.

Marquez Ingin Melihat Daya Saing Motor Terlebih Dahulu

Dalam beberapa kesempatan wawancara musim ini, Marc Marquez menegaskan bahwa motivasinya bertahan di MotoGP sangat bergantung pada kemampuannya bertarung di barisan depan. Ia tidak ingin sekadar menjadi pelengkap grid jika motor tidak lagi kompetitif.

Dengan riwayat cedera panjang sejak 2020 dan usia yang tak lagi muda untuk standar pebalap MotoGP, Marquez ingin melihat lebih dulu bagaimana performa Ducati di regulasi 850cc sebelum mengikat komitmen jangka panjang.

Pendekatan ini membuatnya cenderung memilih kontrak satu tahun untuk 2027, lalu mengevaluasi apakah masih layak melanjutkan karier pada 2028.

Dari sisi Ducati, situasinya jauh lebih kompleks. Mengembangkan motor baru di era regulasi besar membutuhkan kontinuitas data, masukan teknis pembalap, dan stabilitas line-up.

Ducati ingin Marquez menjadi bagian inti proyek dua tahun pertama era 850cc. Pengalaman teknis dan kemampuannya membaca karakter motor dinilai sangat krusial dalam fase pengembangan tersebut.

Jika Marquez hanya bertahan satu musim, Ducati berisiko kehilangan figur kunci tepat saat proyek teknis mereka masih dalam tahap krusial.

Ducati GP26 Sulit Dijinakkan, Alex Marquez Akui Kehilangan 20% Potensi di MotoGP 2026

Risiko Bursa Pembalap 2028 yang Sudah Terkunci

Kekhawatiran terbesar Ducati bukan hanya soal 2027, melainkan efek dominonya pada 2028. Dalam beberapa musim terakhir, sebagian besar pembalap papan atas sudah mengikat kontrak multi-tahun jauh sebelum musim berjalan.

Aturan kontrak yang ketat membuat pembalap jarang bisa hengkang sebelum masa baktinya habis. Jika Marquez memutuskan mundur di akhir 2027, Ducati bisa berada dalam posisi sulit karena opsi pembalap elite di luar tim sudah tertutup.

Opsi Internal Bisa Jadi Solusi Jangka Pendek

Jika skenario tersebut terjadi, Ducati kemungkinan besar harus mengandalkan pembalap dari ekosistem mereka sendiri. Nama seperti Fabio Di Giannantonio yang berkembang pesat di tim satelit, serta talenta muda Fermin Aldeguer yang diproyeksikan sebagai masa depan Ducati, bisa menjadi opsi realistis.

Selain itu, Ducati juga telah mengamankan proyek jangka panjang dengan merekrut Pedro Acosta sebagai bagian dari regenerasi skuad.

Namun jelas, tidak ada yang bisa langsung menggantikan dampak instan dan nilai teknis yang dimiliki Marquez.

Ducati Melempem di Awal Musim 2026, Jorge Martin Prediksi Bangkit di MotoGP Jerez

Negosiasi kontrak antara Ducati dan Marquez kini bukan lagi sekadar soal durasi kerja sama, tetapi tentang bagaimana kedua pihak memandang masa depan mereka di era MotoGP yang benar-benar baru.

Bagi Marquez, 2027 bisa menjadi musim penentu apakah ia masih ingin melanjutkan kariernya. Bagi Ducati, keputusan tersebut bisa menentukan stabilitas proyek teknis mereka hingga akhir dekade ini.