Ducati Melempem di Awal Musim 2026, Jorge Martin Prediksi Bangkit di MotoGP Jerez
Pembalap Jorge Martin menilai performa Ducati yang tampak tertinggal pada tiga seri awal MotoGP 2026 tidak akan berlangsung lama. Menurut rider Aprilia Racing itu, kebangkitan Ducati sangat mungkin terjadi saat kejuaraan memasuki seri Eropa di MotoGP Spanyol 2026, yang digelar di Circuito de Jerez akhir bulan ini.
“Di Jerez, semuanya akan kembali normal. Ducati juga akan kembali normal,” ujar Martin kepada DAZN.
Awal musim 2026 menghadirkan peta persaingan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Ducati—yang pada periode sama musim lalu mendominasi sprint dan grand prix—kini baru mengoleksi satu podium balapan utama dari tiga putaran.
Podium tersebut diraih Fabio Di Giannantonio bersama VR46 Racing Team di Brasil. Sementara juara dunia bertahan Marc Marquez belum menembus tiga besar pada balapan hari Minggu.
Sebaliknya, Aprilia tampil sangat kuat pada balapan utama. Marco Bezzecchi mencatat hattrick kemenangan grand prix di Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat, menjadikan pabrikan Noale sebagai referensi performa saat ini.
Kondisi tersebut membuat General Manager Ducati, Gigi Dall’Igna, menyebut hasil di Amerika sebagai “wake-up call” bagi timnya.
Martin Akui Aprilia Tak Menyangka Awal Musim Seimpresif Ini
Martin sendiri mengakui Aprilia tidak sepenuhnya siap menghadapi start musim yang begitu kuat. Ia datang ke 2026 setelah musim 2025 yang terganggu cedera dan bahkan melewatkan salah satu tes pramusim.
Ia membuka musim dengan finis keempat di Thailand, naik podium di Brasil—yang menjadi podium pertamanya sejak 2024—lalu memenangi sprint di Austin lewat strategi berbeda sebelum finis kedua di balapan utama.
Kini, Martin hanya terpaut empat poin dari Bezzecchi di puncak klasemen.
“Jujur saja, kami tidak menyangka hasil di Austin. Target awal hanya mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Finis kelima atau kedelapan saja sudah bagus,” kata Martin.
“Biasanya paruh akhir musim adalah waktu terbaik saya, jadi saya tidak ingin terburu-buru.”
Jerez Diprediksi Jadi Titik Reset Persaingan
Menurut Martin, karakter teknikal Jerez yang sangat dikenal tim-tim Eropa akan menjadi titik “reset” persaingan. Ia meyakini Ducati akan kembali memperlihatkan performa aslinya di sirkuit tersebut, sehingga peta kekuatan bisa berubah drastis.
Seri Spanyol ini pun dipandang krusial, bukan hanya sebagai pembuka rangkaian balapan Eropa, tetapi juga sebagai momen pembuktian apakah dominasi Aprilia di awal musim dapat dipertahankan atau justru dipatahkan oleh Ducati.
Menariknya, Martin sendiri dikabarkan akan meninggalkan Aprilia di akhir musim dan telah meneken kontrak dengan Yamaha Factory Racing untuk musim berikutnya. Kursinya di Aprilia disebut akan diisi oleh Francesco Bagnaia.
Dengan latar persaingan yang semakin panas, MotoGP Jerez berpotensi menjadi panggung kebangkitan Ducati sekaligus ujian konsistensi Aprilia di musim 2026.