Detak.Media — Pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, secara terbuka menginginkan dukungan penuh dari Ducati dalam negosiasi masa depannya di MotoGP. Permintaan itu muncul setelah performa impresifnya di awal musim membuat namanya tiba-tiba masuk radar banyak tim pabrikan.
Rider berjuluk “Diggia” tersebut mencatat dua pole position beruntun dan dua podium di Brasil. Setelah tiga seri, ia bahkan menjadi pembalap Ducati dengan posisi tertinggi di klasemen sementara. Di Giannantonio kini berada di posisi keempat, unggul lima poin dari juara dunia bertahan Marc Marquez.
Capaian ini sangat kontras dengan rekam jejaknya sebelumnya di kelas premier, di mana posisi terbaiknya sepanjang karier MotoGP hanya finis keenam.
Minta Status dan Dukungan Setara Pembalap Pabrikan
Menurut laporan Sky Italia, Di Giannantonio bersedia bertahan bersama tim VR46 Racing Team dengan satu syarat utama: tetap mendapatkan perlakuan setara pembalap pabrikan Ducati.
Regulasi baru MotoGP 2027 memang akan membuat seluruh tim memulai musim dengan motor spesifikasi tertinggi. Namun, dalam praktiknya, hanya pembalap yang berstatus “factory backed” yang akan menerima pembaruan komponen dan pengembangan motor begitu tersedia.
Saat ini, jaminan tersebut baru dimiliki oleh Marc Marquez, rekan setim barunya Pedro Acosta, serta Fermin Aldeguer.
Aldeguer sendiri dipastikan pindah dari Gresini Racing ke VR46. Situasi ini membuat Di Giannantonio ingin kepastian bahwa ia tidak akan diperlakukan sebagai pembalap satelit kelas dua di dalam struktur Ducati.
Perlu dicatat, sejak naik ke MotoGP, Di Giannantonio selalu menunggangi motor Ducati Desmosedici dan terikat kontrak langsung dengan pabrikan asal Borgo Panigale tersebut.
Pergerakan Pembalap Lain Bikin Situasi Makin Dinamis
Perpindahan Aldeguer ke VR46 membuka kursi di Gresini. Talenta Moto2 Daniel Holgado diproyeksikan mengisi posisi tersebut, namun kecil kemungkinan ia akan langsung diprioritaskan dalam hal pengembangan motor pada musim debutnya.
Sementara itu, mantan pembalap Ducati, Enea Bastianini, disebut-sebut berpeluang mengisi kursi lain yang tersedia di tim satelit.
Performa gemilang Di Giannantonio juga menarik minat sejumlah tim rival. Pabrikan Austria, Red Bull KTM Factory Racing, disebut sebagai pihak yang paling serius mendekatinya, terutama di tengah tanda tanya soal kebugaran Maverick Vinales.
Selain itu, kursi di Tech3 Racing juga bisa menjadi opsi, baik jika mereka tetap bersama KTM maupun menjalin kerja sama baru dengan Honda.
Tim Amerika, Trackhouse Racing MotoGP Team, ikut memantau situasi setelah kehilangan Ai Ogura ke Yamaha. Menariknya, sebelumnya Yamaha juga sempat dikaitkan dengan Di Giannantonio.
Opsi lain yang tidak bisa dikesampingkan adalah Prima Pramac Racing. Meski rencana awal mereka adalah mempromosikan Izan Guevara untuk mendampingi Toprak Razgatlioglu, ketertarikan lama Pramac terhadap Di Giannantonio bisa saja mengubah arah keputusan.
Dengan performa yang sedang menanjak dan status sebagai salah satu pembalap Ducati paling konsisten musim ini, posisi tawar Di Giannantonio dalam negosiasi kontrak berada di titik tertinggi sepanjang kariernya.
Kini, keputusan ada di tangan Ducati: memberikan status setara dengan Marc Marquez atau berisiko kehilangan salah satu pembalap paling menjanjikan mereka ke rival langsung.






