MotoGP

Iker Lecuona: Data Marc Marquez di Honda Nyaris Tak Bisa Ditiru

Iklan

— Pebalap Spanyol Iker Lecuona mengungkap pengalaman uniknya saat menggantikan Marc Marquez di tim Repsol Honda Team pada MotoGP 2023. Alih-alih mendapatkan referensi ideal dari data salah satu pebalap terbaik di grid, Lecuona justru mengaku kesulitan memahami telemetri Marquez karena dinilainya terlalu “unik” untuk ditiru.

Kesempatan itu datang saat Marquez kembali mengalami cedera dan absen di seri Jerez. Lecuona dipanggil untuk mengendarai RC213V—motor yang pada periode itu dikenal sangat sulit dieksplorasi performanya oleh sebagian besar pebalap Honda.

Hanya Melihat Sekilas, Lalu Menyerah

Dalam pengakuannya di Fast & Curious Podcast, Lecuona menyebut ia hanya melihat data Marquez satu atau dua kali. Setelah itu, ia memilih berhenti mempelajarinya karena merasa data tersebut tidak realistis untuk diaplikasikan ke gaya balapnya sendiri.

Menurut Lecuona, cara Marquez memasuki tikungan, memindahkan bobot tubuh, serta keberaniannya saat pengereman berada di level yang berbeda dari pebalap lain.

Ia bahkan mengaku lebih memilih mempelajari data rekan setim saat itu, Joan Mir, yang dinilai memiliki gaya lebih halus dan logis untuk diikuti.

Keunggulan Marquez Terlihat di Entry Corner

Lecuona menilai kekuatan utama Marquez terlihat jelas pada fase pengereman dan masuk tikungan (corner entry). Di momen tersebut, Marquez bisa mencuri waktu antara sepersepuluh hingga tiga persepuluh detik hanya dari teknik masuk tikungan.

Teknik itu, menurut Lecuona, sangat personal. Marquez memiliki cara khusus dalam memposisikan tubuh, memanfaatkan karakter ban Michelin, dan “menarik” bagian depan motor saat deselerasi—sesuatu yang sangat jarang bisa dilakukan pebalap lain.

Iklan

Fenomena sulitnya meniru gaya Marquez bukan hal baru. Jorge Lorenzo saat membela Honda juga pernah mengakui tidak mampu menyalin data Marquez karena perbedaan gaya membalap yang ekstrem.

Hal serupa juga sempat menjadi perhatian kru VR46 Racing Team, yang menilai telemetri Marquez menunjukkan pendekatan mendekati perfeksionisme dalam mengendalikan motor di limit.

Tetap Istimewa Meski Honda Terpuruk

Musim 2023 menjadi salah satu periode tersulit Marquez di MotoGP. Ia mengalami banyak kecelakaan, termasuk enam kali terjatuh di seri Jepang, sebelum akhirnya memutuskan hengkang dari Honda di akhir musim dan bergabung dengan Ducati.

Namun, menurut Lecuona, bahkan dalam kondisi motor yang sulit dan kebugaran yang belum ideal, data telemetri Marquez tetap menunjukkan kualitas kelas dunia.

Kini bersama Ducati Desmosedici, gaya khas Marquez kembali menjadi sorotan karena kemampuannya mengontrol bagian depan motor saat pengereman keras—ciri yang sudah terlihat sejak era Honda.

Bagi Lecuona, pengalaman tersebut memberi pelajaran penting: data Marquez memang luar biasa, tetapi bagi kebanyakan pebalap, itu bukan acuan yang realistis untuk ditiru.

Iklan

Jangan ketinggalan informasi dan berita terbaru dari Detak.Media. Follow kami di Google News!

Penulis: Catur AriadiEditor: Catur Ariadi