Detak.Media — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,2 mengguncang wilayah Barat Laut Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Guncangan terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, tepat pukul 15:13:36 WIB. Gempa ini memiliki kedalaman dangkal 10 kilometer dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Informasi resmi ini dirilis oleh BMKG melalui saluran komunikasinya.
Menurut data teknis BMKG, episentrum gempa terletak pada koordinat 5.61 Lintang Utara dan 125.04 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 227 kilometer di Barat Laut Tahuna, yang merupakan bagian dari Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Dengan kedalaman yang relatif dangkal, gempa bumi ini berpotensi dirasakan lebih kuat di permukaan.
Hingga rilis ini diterbitkan, BMKG belum menerima laporan mengenai dampak getaran gempa yang dirasakan oleh masyarakat secara spesifik. Meskipun demikian, gempa dengan magnitudo 5,2 seringkali dapat dirasakan oleh sebagian warga di sekitar pusat gempa. Masyarakat di wilayah Kepulauan Sangihe dan sekitarnya di Sulawesi Utara diimbau untuk tetap tenang dan waspada.
BMKG secara tegas menyatakan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami, sehingga masyarakat tidak perlu panik terkait ancaman tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG. Penting bagi warga untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing dari potensi kerusakan ringan akibat gempa, serta waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Ikuti Detak.Media
