Detak.Media — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin, 8 Juni 2026, tepat pukul 16:28:25 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa ini berlokasi di kedalaman 10 kilometer. Berdasarkan hasil pemodelan, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, memberikan kelegaan bagi masyarakat pesisir di sekitar.
Menurut analisis BMKG, episentrum gempa terletak pada koordinat 5.18 Lintang Utara dan 125.27 Bujur Timur. Lokasi ini menempatkan pusat gempa di laut, sekitar 176 kilometer di sebelah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe. Kedalaman gempa yang dangkal, yakni 10 kilometer, menunjukkan aktivitas sesar dangkal di bawah permukaan laut.
Hingga rilis ini diterbitkan, BMKG tidak mengeluarkan informasi mengenai dampak gempa yang dirasakan di wilayah sekitar. Tidak ada laporan awal tentang intensitas guncangan yang dirasakan oleh masyarakat di Kepulauan Sangihe maupun daerah sekitarnya. Oleh karena itu, tingkat guncangan yang dirasakan masih belum dapat dipastikan secara detail.
BMKG menegaskan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat di wilayah pesisir tidak perlu khawatir akan ancaman gelombang tinggi. Meskipun demikian, BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Warga dianjurkan untuk selalu memperbarui informasi dari sumber resmi BMKG dan memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing dari potensi kerusakan akibat guncangan gempa. Kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan juga tetap perlu dijaga.
Ikuti Detak.Media
