Detak.Media — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 21:52:59 WIB. Menurut informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki kedalaman 10 kilometer dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Guncangan kuat tersebut dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah sekitar pusat gempa.
Pusat gempa terletak sekitar 246 kilometer di arah Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Episentrum gempa berada di laut, tepatnya pada koordinat 5.69 Lintang Utara dan 124.71 Bujur Timur. Dengan kedalaman hiposenter yang dangkal, yakni 10 kilometer, gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal. Lokasi episenter yang berada di laut menunjukkan bahwa sumber gempa berasal dari aktivitas tektonik di dasar laut.
Berdasarkan data yang dirilis BMKG, belum ada informasi lebih lanjut mengenai dampak gempa atau skala intensitas guncangan (MMI) yang dirasakan oleh masyarakat. Meskipun demikian, gempa dengan magnitudo 5,5 dan kedalaman dangkal berpotensi dirasakan di beberapa wilayah terdekat dari pusat gempa. BMKG terus memantau perkembangan situasi pascagempa ini.
BMKG secara tegas menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Oleh karena itu, masyarakat di pesisir pantai tidak perlu khawatir akan ancaman gelombang pasang. Meskipun demikian, BMKG mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Masyarakat juga diminta untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing, memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan akibat guncangan gempa.
Ikuti Detak.Media
