— Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Barat Laut Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin, 08 Juni 2026, pukul 12:11:59 WIB. Data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa pusat gempa berada pada kedalaman yang relatif dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan laut. Meski cukup kuat, BMKG dengan cepat memastikan bahwa gempa ini tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami yang membahayakan.

Menurut analisis BMKG, episentrum gempa terletak di koordinat 5.52 Lintang Utara dan 125.29 Bujur Timur. Titik koordinat ini menempatkan pusat gempa sekitar 213 kilometer di arah Barat Laut dari Tahuna, yang merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Mengingat lokasinya yang berada di laut dan kedalamannya yang dangkal, karakteristik gempa ini menunjukkan pergerakan lempeng di bawah dasar laut.

Hingga informasi ini diterbitkan, BMKG belum mengeluarkan laporan resmi mengenai dampak getaran gempa yang dirasakan oleh masyarakat. Data ‘Dirasakan’ pada rilis BMKG menunjukkan tanda strip (-), mengindikasikan bahwa belum ada laporan atau informasi terverifikasi tentang wilayah yang merasakan guncangan. Oleh karena itu, kondisi di daratan Kepulauan Sangihe dan sekitarnya diperkirakan relatif tenang pasca-gempa.

Menanggapi kekhawatiran publik, BMKG telah menegaskan bahwa gempa berkekuatan M 5,6 ini ‘Tidak berpotensi tsunami’. Meskipun demikian, masyarakat di wilayah Kepulauan Sangihe dan sekitarnya tetap diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi. BMKG juga menganjurkan agar warga memeriksa kembali kondisi struktural bangunan masing-masing untuk memastikan tidak ada keretakan atau kerusakan yang timbul akibat guncangan gempa.