Detak.Media — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,2 mengguncang wilayah Barat Laut Tahuna, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 20:37:50 WIB. Menurut rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer. BMKG juga menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah sekitar.
Berdasarkan data geospasial BMKG, episentrum gempa terletak pada koordinat 5.33 Lintang Utara dan 125.08 Bujur Timur. Lokasi tersebut sekitar 196 kilometer di arah Barat Laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Dengan kedalaman hiposenter yang sangat dangkal, yakni 10 kilometer, gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal yang sering terjadi akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Hingga laporan ini disusun, BMKG belum merilis informasi mengenai dampak getaran gempa yang dirasakan oleh masyarakat di daratan. Tidak ada laporan awal mengenai wilayah spesifik yang merasakan guncangan akibat gempa ini. Oleh karena itu, tingkat intensitas guncangan di berbagai daerah belum dapat dipastikan.
BMKG secara tegas menyatakan bahwa gempa bumi dengan Magnitudo 5,2 ini tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami. Meskipun demikian, masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan sekitarnya diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. BMKG mengingatkan agar warga senantiasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dan memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing.
Ikuti Detak.Media
