Detak.Media — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah baratlaut Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin, 08 Juni 2026, pukul 07:55:10 WIB. Pusat gempa yang sangat dangkal, hanya 10 kilometer, dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menyatakan gempa ini dirasakan oleh masyarakat dan mengimbau agar informasi ini diteruskan dengan bijak.
Menurut analisis BMKG, episentrum gempa terletak di koordinat 5.41 Lintang Utara dan 125.29 Bujur Timur. Lokasi ini menempatkan pusat gempa di laut, sekitar 201 kilometer arah baratlaut dari Tahuna, yang merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Kedalaman gempa yang mencapai 10 kilometer mengindikasikan bahwa ini adalah gempa dangkal.
Guncangan gempa bumi ini dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas yang bervariasi. Berdasarkan laporan BMKG, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Kabupaten Gorontalo, yang berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan ada truk berlalu. Sementara itu, di Manado, Sulawesi Utara, dan Kota Gorontalo, gempa dirasakan pada skala II-III MMI dan II MMI, yang menunjukkan getaran ringan hingga sedang. Beberapa warga di Minahasa Utara juga merasakan guncangan dengan skala intensitas II MMI.
BMKG menegaskan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Meskipun demikian, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak, khususnya di Sulawesi Utara dan Gorontalo, untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga diimbau untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing dan memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan. Masyarakat juga dianjurkan untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah termakan hoaks terkait gempa bumi.
Ikuti Detak.Media
