— Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 3,2 mengguncang wilayah darat di Timur Laut Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis, 19 Juni 2026, pukul 08:16:34 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di darat dengan kedalaman dangkal 3 kilometer. Meskipun tidak berpotensi tsunami, informasi mengenai gempa ini dirasakan penting untuk diteruskan kepada masyarakat sebagai bentuk kewaspadaan dini.

Menurut data analisis BMKG, episentrum gempa bumi ini terletak pada koordinat geografis 1.17 Lintang Selatan dan 120.26 Bujur Timur. Lokasi tersebut secara spesifik berada sekitar 49 kilometer di timur laut Kabupaten Sigi, yang merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Tengah. Kedalaman gempa yang sangat dangkal, yakni hanya 3 kilometer, menjadi faktor utama mengapa guncangan dapat terasa cukup jelas di permukaan tanah.

Berdasarkan laporan intensitas guncangan dari BMKG, gempa ini dirasakan di wilayah Sigi dengan skala intensitas II MMI (Modifield Mercalli Intensity). Pada skala tersebut, getaran gempa umumnya dirasakan oleh beberapa orang, terutama mereka yang sedang beristirahat, dan menyebabkan benda-benda ringan yang tergantung bergoyang. Meskipun tergolong ringan, BMKG mengimbau masyarakat di area terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.

BMKG secara resmi menegaskan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 3,2 ini tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami. Kendati demikian, masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tengah diimbau untuk senantiasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. BMKG juga menyarankan agar warga memeriksa kembali kondisi struktur bangunan tempat tinggal guna memastikan tidak ada kerusakan yang ditimbulkan oleh guncangan gempa.