— Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,2 mengguncang wilayah Timur Laut Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis, 18 Juni 2026, tepat pukul 13:18:14 WIB. Menurut laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi ini tergolong dangkal dengan kedalaman pusat gempa hanya 5 kilometer. BMKG secara khusus menyampaikan bahwa informasi mengenai gempa ini dirasakan dan perlu diteruskan kepada masyarakat luas di area terdampak.

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 1.23 Lintang Selatan dan 120.22 Bujur Timur. Lokasi pusat gempa berada di darat, sekitar 42 kilometer di timur laut Kabupaten Sigi. Kedalaman gempa yang relatif dangkal, yaitu 5 kilometer, menunjukkan bahwa aktivitas seismik ini terjadi di dekat permukaan bumi dan berpotensi dirasakan oleh warga sekitar.

Dampak getaran gempa ini dirasakan di wilayah Sigi dengan skala intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran gempa umumnya hanya dirasakan oleh beberapa orang yang berada di dalam ruangan atau sedang beristirahat. Benda-benda ringan yang tergantung seperti lampu gantung atau tirai mungkin sedikit bergoyang. Meskipun demikian, gempa dengan intensitas ini biasanya tidak menimbulkan kerusakan struktural pada bangunan.

BMKG memastikan bahwa gempa dengan magnitudo 2,2 ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, mengingat lokasinya yang berada di darat dan magnitudonya yang relatif kecil. Meskipun demikian, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan. Warga diimbau untuk selalu waspada terhadap informasi resmi dari pihak berwenang dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing guna memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan akibat getaran gempa, sekecil apapun itu.