Detak.Media — Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan bus rombongan pelajar terjadi di ruas Tol Cipali wilayah Kalijati, Subang, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 01.16 WIB. Insiden di sekitar KM 88–89 tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan sepuluh penumpang mengalami luka ringan.
Bus pariwisata PO EJ 78 Trans bernomor polisi K-7064-OE yang mengangkut rombongan siswa kelas IX SMPN 2 Brangsong, dua guru pendamping, serta awak bus, terlibat tabrakan dengan sebuah truk boks dan truk tangki milik Pertamina.
Kronologi Kejadian
Rombongan pelajar diketahui sedang melakukan perjalanan menuju Jakarta dan Bandung dalam rangka kegiatan pembelajaran luar kelas (outing class) yang telah diklarifikasi oleh Disdikbud Kendal. Sebelum kejadian, rombongan dilaporkan sempat beristirahat di rest area wilayah Brebes.
Kepala Induk PJR Tol Cipali, Iptu Lutfi Medi Haryanto, menjelaskan bahwa saat kejadian posisi kendaraan berada di tiga lajur berbeda. Bus berada di lajur dua, truk boks di lajur satu, dan truk tangki di lajur tiga.
Diduga, truk boks yang melaju di lajur satu tiba-tiba oleng dan berpindah ke lajur dua. Sopir bus yang terkejut mencoba menghindar dengan membanting setir, namun jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan dengan bagian belakang truk boks tidak dapat dihindari. Setelah itu, truk boks kembali terdorong dan menabrak truk tangki.
Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan oleh pihak pengelola jalan tol. Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, menyebut kecelakaan diduga dipicu kurangnya antisipasi pengemudi bus dalam mengontrol laju kendaraan sehingga menabrak bagian belakang truk boks. Benturan tersebut membuat truk boks terdorong hingga menghantam truk tangki dan pembatas jalan (guardrail).
Akibat benturan keras, bagian depan kiri bus mengalami kerusakan cukup parah.
Korban dan Penanganan Medis
Satu korban meninggal dunia diketahui bernama Daniel, kernet bus asal Jawa Tengah, yang mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Sepuluh penumpang lainnya, termasuk sopir bus dan guru pendamping bernama Paizin, mengalami luka ringan. Seluruh korban luka langsung mendapatkan penanganan di RS Abdul Radzak Purwakarta.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan Unit Gakkum Satlantas Polres Subang. Polisi masih mendalami keterangan para saksi dan kondisi kendaraan yang terlibat untuk memastikan faktor utama penyebab kecelakaan.
Pihak sekolah menyatakan kegiatan outing class tetap dilanjutkan oleh rombongan bus lain yang tidak terlibat kecelakaan. Keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan orang tua siswa dan dinas terkait, dengan pertimbangan untuk meminimalkan dampak psikologis terhadap para siswa serta menjaga agenda pendidikan yang telah direncanakan.
Ikuti Detak.Media
