Detak.media — JAKARTA — Nilai tukar rupiah diprediksi kembali mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026.
Per 13 Juli 2026, rupiah ditutup melemah 44 poin atau 0,24% ke level Rp 18.109 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp 18.065 per dolar AS.
Perkiraan Pergerakan Hari Ini
“Sedangkan untuk perdagangan Selasa besok, mata uang rupiah bakal fluktuatif namun diperkirakan melemah di rentang Rp 18.100 – Rp 18.150 per dolar AS,” ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan yang diperoleh pada Senin (13/7/2026).
Sentimen Eksternal
Ibrahim menyatakan bahwa rupiah kembali tertekan oleh sentimen ketegangan antara AS dan Iran yang terus memanas di Timur Tengah.
Ketegangan itu berimbas pada kekhawatiran terhadap kelancaran pelayaran logistik energi di Selat Hormuz, jalur yang dilintasi sekitar 20% energi global.
“Prospek kenaikan harga energi yang berkelanjutan telah menghidupkan kembali kekhawatiran akan guncangan inflasi lainnya, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama,” jelas Ibrahim.
Faktor Moneter
Rupiah juga diperkirakan terus melemah setelah risalah terbaru pertemuan The Fed yang dirilis pekan lalu menunjukkan beberapa pembuat kebijakan percaya adanya ruang untuk kenaikan suku bunga.
Faktor Domestik
Dari sisi domestik, pelemahan rupiah diprediksi berlanjut seiring respons negatif pasar terhadap kasus korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Ikuti Detak.media
