— Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) melalui Presidennya, Andi Gani Nena Wea, telah mengonfirmasi kebenaran isu perombakan kabinet yang akan melibatkan pelantikan Ketua Umum KSPSI, Mohammad Jumhur Hidayat, sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Rencananya, pelantikan tersebut akan berlangsung hari ini, Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 15.00 WIB di Istana Negara, Jakarta. Jumhur Hidayat sendiri dilaporkan turut membenarkan kabar penunjukannya.

Kabar ini muncul di tengah menguatnya spekulasi perombakan Kabinet Merah Putih yang digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak awal tahun. Jumhur Hidayat, yang memiliki rekam jejak panjang sebagai aktivis buruh dan pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), diproyeksikan akan menggantikan Menteri Lingkungan Hidup petahana, Hanif Faisol Nurofiq. Posisi Hanif Faisol Nurofiq sendiri dikabarkan akan bergeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyatakan, “Betul. (Pelantikan) Jam 15,” ketika dikonfirmasi mengenai waktu pelantikan Jumhur Hidayat. Ia juga secara lugas menambahkan, “Betul (jadi Menteri Lingkungan Hidup)”. Andi Gani Nena Wea menambahkan bahwa gerakan buruh melihat penunjukan ini sebagai sebuah kehormatan. “Untuk gerakan buruh tentu suatu kehormatan dan sebagai sahabat saya memberikan pesan Bung Jumhur tetap menjaga integritas dan idealisme perjuangan buruh,” ujar Andi Gani.

Senada dengan Andi Gani, Jumhur Hidayat juga membenarkan kabar tersebut. “Iya benar (akan dilantik presiden jadi menteri),” ungkapnya. Informasi ini beredar luas dan diperkuat oleh sejumlah laporan media yang mengindikasikan Jumhur Hidayat adalah salah satu nama yang akan mengisi pos kementerian dalam reshuffle kali ini.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup petahana, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan tanggapan normatif terkait isu perombakan kabinet. “Menunggu arahan Bapak Presiden saja ya,” tuturnya. Spekulasi mengenai pergeseran posisi Hanif Faisol Nurofiq sendiri telah santer terdengar.

Masuknya Jumhur Hidayat ke dalam kabinet dipandang sebagai representasi penting bagi gerakan buruh di Indonesia. Penunjukan ini juga dikaitkan dengan wacana pembentukan dewan kesejahteraan buruh yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2025, meskipun hingga kini organisasi tersebut belum terbentuk.

Meskipun konfirmasi dari pihak KSPSI dan Jumhur Hidayat telah diterima, pihak Istana Kepresidenan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait reshuffle tersebut. Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah mengimbau publik untuk menunggu keputusan final dari Presiden. Di samping Jumhur Hidayat, nama-nama lain seperti Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Presiden dan M. Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah juga disebut-sebut akan mengisi posisi strategis lainnya dalam kabinet. Berdasarkan informasi yang beredar, proses pelantikan pejabat baru ini, termasuk Jumhur Hidayat, dijadwalkan akan berlangsung sore ini.